• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 April 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Yasona Minta Daftarkan Kekayaan Intelektual
    WILSON BOYMAU | Jumat, 06 April 2018 | 21:33 WIB            #NASIONAL

    Yasona
    Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Kesadaran hukum semua komponen masyarakat termasuk pemerintah provinsi dan kabupaten, diperlukan untuk mendaftarkan kekayaan intelektual di Dirjen Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI. Sebab, kekayaan intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi dan kecerdasan daya berpikir seseorang.

    Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly, mengajak pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mendaftarkan kekayayaan intelektual yang terdapat di daerahnya masing-masing. Misalnya, kekayaan daerah jenis komoditas pertanian seperti, kopi, lada, atvokat, kelapa, kemiri dan lainnya sebagai kekayaan intelektual.

    “Saya mendorong supaya pemerintah provinsi maupun kabupaten mendaftarkan kekayaan intelektual hak cipta seperti, tenun ikat di Kementerian Hukum dan HAM RI. Hal ini sangat penting dalam mengantisipasi persaingan antar bangsa,” kata Menteri.

    Kekayaan intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi, kecerdasan daya berpikir, seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur dan lainnya yang bermanfaat bagi manusia. Sedangkan objek yang diatur dalam kekayaan intelektual adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia.

    Menteri Yasonna menjelaskan, kopi Bajawa (NTT) telah terdaftar di Dirjen Kekayaan Intelektual sebagai kekayaan intelektual. “Jadi kalau sudah terdaftar sebagai kekayaan intelektual maka mempengaruhi mekanisme pasar sehingga harga jualnya meningkat,” jelas Laoly.

    Menteri menjelaskan, di negara maju perbandingan pendaftaran kekayaan intelektual berdasarkan hasil survey menunjukan berbanding positif dengan kemajuan ekonomi. Semua negara merespons kemajuan ekonomi dan teknologi. Jika perusahaan yang lambat merespons kemajuan teknologi maka akan tergilas.

    Dia mencontohkan, Hand Phone (HP) Nokia adalah rajanya HP. Tiada hari tanpa Nokia. Akhirnya dalam waktu hanya beberapa tahun tidak responsif dan kemudian langsung digilas IPO (Initial Public Offering). Dan disusul Samsung merajai Android di Indonesia. “Kemajuan semuanya bermodalkan penemuan (invention) dari daya kreativitas dan menjadi kekayaan intelektual,” kata Yasona.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.