• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 17 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Berbagi Tentang Detusoko di UFF 2018.
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 17 April 2018 | 06:33 WIB            #INTERNASIONAL

    Berbagi
    Peserta Ubud Food Festival 2018

     

    UBUD,FLOBAMORA.NET - Adalah Nando Watu dan Eka Kopo dua pemuda asal Detusoko mewakili sekolah Semiman Pangan Flores/SSP Flores mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman dan cerita tentang tinggal di desa an menjadi petani  juga bisa *Going Global* dengan eneka inovasi dan kreasi dalam mengangkat eneka potensi produk di desa atau  Kampung ke pentas global.

    ‘Saya sangat bersyukur bisa ikut dalam  event ubud food festival dan bahkan diberikan ruang melalui sekolah seniman pangan untuk mensheringkan aktivitas kami di desa kepada peserta dan pengunjung, ada berbagai aktivitas yang sudah kami lakukan di Detusoko, yang pada prinsipnya sebagai sebuah aksi untuk kembali ke kampung, kami mensheringkan desa kami tercinta dalam hubungan dengan olahan produk-produk lokal di mana kaula muda sebbagai aktornya  dan aktivitas pariwisata,” tutur Nando yang adalah Alumni STFK Ledalero ini kepada ratusan peserta di acara Ubud Food Festifal, pada sesi  inovating from the Ground-Up di Taman Kuliner Ubud, (15/4).

    Dua anak muda yang lebih memilih tinggal di kamung dan mengembangkan potensi di desa dari Sekolah Seniman Pangan Flores ini mensharingkan ttg produk2 olah dari desa dengan memiliki kualitas product premium, bagaimana kaula muda petani di desa juga bisa menciptakan aneka olahan berbasis komoditas lokal bisa masuk ke dalam market global.

    *Kita memiliki beberpa product marketable atau yang sudah siap dijual, semua produk ini asli dari Detusoko dari kebun seperti Kopi Robusta Detusoko, Peanut Butter, Korodagalai Sauce, Moni Marmalade serta Flores Chili,” kata Eka Kopo. 

    Di hadapan para pengunjung dari berbagai mancanegara dan pendengar Nando menuturkan tentang Detusoko sebagai sebuah desa yang tengah disipakan menjadi destinasi Wisata.

    *Detusoko adalah desa yang saat ini tengah disiapkan menjadi desa wisata, letaknya strategis dengan Kelimutu, ada banyak potensi wisata yang bisa dieksplore, dan bisa menyuguhkan berbagai keunikan dan kekhasan, juga aksesnya mudah hanya 30-40 menit dari Ende.

    “Kita ingin menyuguhkan pengelaman yang berbeda kepada tamu atau wisatawan ketika pergi ke Detusoko, kita mengangkat sesuatu yang lokal dan unik dari Wilayah Lio, misalnya aneka olahan pangan lokal, atraksi hidup harian, wisatawan nginap dan interaksi langsung dengan warga lokal inilah yang kita angkat,” tambah Nando.

    Dalam penglaman pariwisata, ujarnya,  kita ingin ada sebuah pertukaran pengetahuan dan pengalaman/cultural understanding antara tuan rumah dan tamu, keduanya saling belajar untuk memlerkaya pengalaman kemanusian masing-masing, karena itu paket-paket wisata yang kita siapkan juga unik dan berbeda.

    Dalam mendorong potensi desa ini Sekolah Seniman Pangan yang adalah program dari Javara Academi memberikan ruang untuk menciptakan berbagai olah produk-produk berbasis pertanian dari Detusoko, sehingga menjadi oleh-oleh bagi wisatawan sekaligus juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal aneka olahan popduk-produk pertanian.

    Hadir sebagai speaker dalam sesi ground up inovation ini dipandu oleh Founder Javara, Ibu Helianti Hilman, penanggungjawab utama Sekolah Seniman Pangan, Dhimas Utomo dan Corazon nikizulu.Selain dari SSP Flores hadir pula untuk sharing pengalaman Ssekolah Senimann Pangan Papua, dari Papua Jungle Chef, Martinus Yesaya dan Glorio Anselmo Ledang.

    Terkait UFF 2018 nando memberikan kesan sangat positif, pada event ini ia belajar banyak hal, bertemu banyak teman daari berbagai daerah, bertukar pengalaman dengan para expert, mendengar berbagai inovasi ide dan kreativitas aksi dari para inovator dari berbagai daerah dan juga bisa memperkenalkan produk lokal dari Detusoko ke para pengunjung.

    Ubud Food Festival (UFF) 2018 diselenggarakan dari 13-15 April 2018 di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Ribuan pengunjung yang ikut dalam UFF, sekitar  100 koki dari Indonesia dan luar negeri yang menjadi pembicara dalam workshop, petani, peneliti, barista, serta para pelaku industri kuliner yang ikut serta di UFF 2018. Tahun ini UFF mengusung tema 'Generasi Inovasi'.

    Rangkaian acara bertema kuliner seperti demo masak, seminar, tur kuliner, workshop, pasar makanan siap memanjakan para pecinta makanan. Acara juga diselingi pertunjukan musik, pemutaran film, dan yoga bersama.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.