• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pembangunan Bendungan Lambo Terkenda Lahan
    WILSON BOYMAU | Rabu, 18 April 2018 | 22:35 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pembangunan
    Gubernur NTT Frans lebu Raya

     

    MBAY,FLOBAMORA.NET- Rencana pembangunan Bendungan Lambo, di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur  (NTT), hingga saat ini masih terkendala pembebasan lahan. Masyarakat adat di tiga desa, yaitu Butowe, Labolewa dan Desa Ulupulu, belum rela melepas lahan seluas 431 hektar untuk pembangunan proyek strategis nasional (PSN) itu.

    Untuk itu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mohon dukungan semua pihak agar rencana pembangunan Bendungan Lambo dapat terealisir. "Saya minta dukungan kita semua agar segera wujudkan pelaksanaan proyek bendungan Lambo," kata Lebu Raya, dalam arahannya pads  Rakor bertajuk "Satpol PP dan Satlinmas Siap Mengawal Pilkada Serentak Tahun 2018", di Mbay, Selasa (17/4).

    Lebu Raya menjelaskan, NTT mendapat jatah tujuh bendungan melalui PSN dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ketujuh bendungan itu, lima bendungan berada di Pulau Timor, yaitu Bendungan Raknamo, Temef, Rotiklot, Kolhua dan Bendungan Manikin. Sedangkan dua bendungan lainnya di Pulau Flores, yakni Napun Gete dan Lambo.

    Sebagai gambaran kapasitas daya tampung bendungan, Gubernur Lebu Raya, di hadapan peserta Rakor Satpol PP menguraikan, bendungan terbesar di NTT yang sementara dikerjakan adalah bendungan Temef (TTS) dengan kapasitas 77 juta meter kubik.

    Sedangkan Bendungan Lambo, sambungnya dengan kapasitas terbesar kedua di NTT,  masih bermasalah soal lahan memiliki daya tampung 50 juta meter kubik, Raknamo, 4 juta meter kubik,  Rotiklot (Belu) dalam waktu dekat akan diresmikan memiliki daya tampung 4 juta meter kubik dan bendungan Napun Gete (Sikka) dengan kapasitas 14 juta meter kubik.

    "Kabupaten Nagekeo memiliki potensi besar. Ada garam yang luar biasa kualitasnya. Salah satu andalan garam nasional ada di Nagekeo. Harusnya orang Nagekeo bisa hidup makmur dari hasil garam. Tapi susahnya bukan main untuk mewujudkan. Termasuk bendungan," kata Lebu Raya.

    Lebu Raya, berharap kerelaan semua pihak supaya pembangunan dapat berjalan baik demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Mohon dukungan bagi terealisir pembangunan Bendungan Lambo.**8


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.