• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Lebu Raya Dimata Seorang Andre Koreh
    ALBERT VINCENT REHI | Selasa, 15 Mei 2018 | 07:58 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Lebu
    Gubernur NTT Frans lebu Raya

     

    “Hal lain yang ada dalam diri Lebu Raya adalah, sosok yang mampu mengendalikan emosi. Ia tidak sekadar cerdas, tetapi mampu menenpatkan diri dan menghargai orang lain. Yang membuat saya sendiri bingung, kami tidak tahu kapan saatnya ia marah dan seperti apa ia mengekspresikan kemarahannya,” tutur Andre.

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya. Itulah yang akan dialami Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini proses pergantian kepemimpinan tengah bergulir, seirama dengan pelaksanaan Pilkada Tahun 2018.

    Waktu terus bergulir. Masa kepemimpinan Frans Lebu Raya, sebagai Gubernur NTT dari tahun 2008 – 2018 akan berakhir. 16 Juli 2018, tongkat estafet kepemimpinan di Bumi Flobamorata akan beralih ke pemimpin pilihan rakyat yang baru.

    Ibarat kata pepatah, berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau, masa kepemimpinan Lebu Raya akan memasuki titik akhir. 15 tahun meniti karier politiknya di ladang birokrasi, mulai dari  jabatan Wakil Gubernur NTT, bukanlah waktu yang singkat bagi seorang Lebu Raya.

    Berbagai catatan tentunya dapat dibuka kembali. Mengembalikan memori masa lalu akan sebuah kenangan adalah sebuah kewajaran. Bagaimana sosok seorang Frans Lebu Raya dimata Kepala Dinas PUPR NTT, Andre W.Koreh?

    “15 tahun bukanlah waktu yang cukup untuk mengenal seorang Frans Lebu Raya.Yang saya tangkap selama kebersamaan kami di birokrasi, Lebu Raya adalah pribadi yang sederhana dan punya kemauan kuat,” kata Andre di hadapan Lebu Raya dan ratusan karyawan Dinas PUPR NTT, Senin (14/5).

    Selain itu, Lebu Raya juga sangat kuat relasi sosialnya. Hal ini, sambung Andre, dilihat dengan intensitas kunjungan Presiden RI ke NTT. Di masa SBY sekitar lima kali . Lantas di masa kepemimpinan Jokowi sudah delapan kali berkunjung ke NTT. Belum lagi kunjungan para menteri.

    “Karena relasi sosial inilah, NTT mendapat perhatian yang sangat luar biasa dari pemerintah pusat. Di masa SBY terbitlah Keppres Percepatan Pembangunan NTT. Sedangkan di masa Jokowi, terjadi lompatan besar dalam pembangunan infrastruktur. Bayangkan ada tujuh bendungan yang sudah, sedang dan akan dibangun di NTT,” jelasnya.  

    Menurut Andre, ia mengenal Lebu Raya jauh sebelum mantan Ketua Senat FKIP Undana ini menjadi wakil gubernur atau gubernur. Andre mengenal Lebu Raya saat, ia menjadi Ketua KNPI NTT dan Lebu Raya sebagai Sekretaris PDI NTT.

    Seiring dengan perjalanan waktu, kata dia, Lebu Raya memilih karier di jalur politik. Tidak menjadi guru. Di lembaga legislatif Lebu Raya sempat menjadi Wakil Ketua DPRD NTT, sampai akhirnya terpilih menjadi Wakil Gubernur NTT mendampingi Piet A.Tallo pada tahun 2003. Pribadi yang sederhana inilah yang setia mendampingi Gubernur Tallo.

    “Hal lain yang ada dalam diri Lebu Raya adalah, sosok yang mampu mengendalikan emosi. Ia tidak sekadar cerdas, tetapi mampu menenpatkan diri dan menghargai orang lain. Yang membuat saya sendiri bingung, kami tidak tahu kapan saatnya ia marah dan seperti apa ia mengekspresikan kemarahannya,” tutur Andre.

    Andre memaparkan, hal lain yang tidak ia lupakan dari sosok seorang Lebu Raya adalah ketika dipercayakan sebagai Ketua Panitia Hari Pers Nasional Tahun 2011 di Kupang. Apa korelasinya antara tugas ke-PU-an dan dunia wartawan. Lalu, bagaimana cara mengurus ribuan wartawan dari seluruh Indonesia yang datang ke Kupang. Tetapi karena ini adalah perintah seorang gubernur, kita harus siap. Terbukti NTT sukses menjadi tuan rumah.

    Momentum HPN tahun 2011 inilah,ucapnya, menjadi era kebangkitan pembangunn infrastruktur di daerah ini. Bersamaan dengan Keppres, tentang percepatan pembangunan NTT, gelontoran dana untuk pembangunan infrastruktur tidak sedikit, disamping sektor lain yang juga mendapat perhatian pemerintah pusat.

    “10 bahkan 15 tahun kerja bersama membangun NTT bersama Pak Frans Lebu Raya, sebetulnya adalah waktu yang singkat. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi atau diselesaikan. Infrastruktur jalan dan jebatan misalnya yang membutuhkan perhatian serius,” tambahnya.

    Masa kepempinan Lebu Raya tinggal menghitung hari. Hari-hari ke depan orang nomor satu di NTT ini akan pamitan ke sejumlah OPD juga ke beberapa daerah.Sosok sederhana dan rendah hati, telah mengukir sejarah pengabdian di provinsi kepulauan ini, dengan beragam catatan manis dan pahit.***

     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.