• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 22 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kondisi Kearsipan di NTT Kurang Baik
    WILSON BOYMAU | Rabu, 16 Mei 2018 | 06:46 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kondisi
    Gubernur NTT Frans lebu Raya (paling kiri) saat melaunching Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) berbasis Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) E-Arsip di NTT, di Kupang, Selasa (15/5)

     
    KUPANG, FLOBANORA.NET - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, mengakui kondisi kearsipan di NTT kurang baik. Hal ini disebabkan masih banyak permasalahan terkait penataan, pengelolaan dan penyelamatan arsip.

    "Kita butuh data arsip autentik guna menjamin terselenggaranya pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan secara bertanggungjawab," kata Lebu Raya, saat meluncurkan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) berbasis Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) E-Arsip di NTT, di Kupang, Selasa (15/5).

    Puncak peringatan Hari Kearsipan Nasional ke 47 tahun 2018, mengangkat tema "Arsip Sumber Informasi Autentik dan Terpercaya, Arsip Yes! Hoaks No!". Kegiatan peringatan ini dirangkai dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), bertajuk "Implementasi SIKD dalam Mendukung Gerakan Tertib Arsip".

    Hadir dalam rakornas tersebut, masing-masing, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan, Kepala Perpustakaan Nasional, Muh. Syarif Bando, Deputi Kelembagaan dan Tatalaksana  - Kementerian PAN-RB, Staf Ahli Mendagri dan sejumlah bupati dan wali kota di Indonesia. Sedangkan peserta rakornas, mengikutsertakan Kepala Dinas Kearsipan provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

    Gubernur Lebu Raya, menjelaskan peran arsip sangat penting dan strategis dalam menyiapkan berbagai data dan informasi secara baik. Dengan begitu, kata Lebu Raya, generasi muda sekarang dan generasi yang akan datang dapat mengakses data autentik berkaitan dengan sejarah bangsa.

    "Kita perlu membangun komitmen bersama untuk menjaga dan merawat arsip, baik untuk negara maupun bagi daerah masing-masing. Jangan terulang lagi seperti kasus kehilangan Sipadan dan Ligitan yang dicaplok Malaysia," tutur Lebu Raya.

    Kepala ANRI, Mustari Irawan, mengatakan hakekat dari sadar tertib arsip, adalah efisiensi dan efektivitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat yang tercermin melalui aparatur pemerintah secara jujur disertai kerja keras untuk meningkatkan aksesibilitas informasi kepada masyarakat. Sehingga informasi yang ada dapat diolah dengan baik secara akurat dan terpercaya demi kesejahteraan masyarakat.

    Sedangkan Kepala Perpustakaan Nasional, Muh. Syarif Bando, menyatakan tidak mungkin cita-cita untuk meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian. (WTP) dari BPK RI, dapat tercapai tanpa adanya pengelolaan arsip yang baik. Kata Bando, arsip menjadi penting dalam penataannya sebagai wujud tanggungjawab para penyelenggara negara.

    Pada kesempatan launching E-Arsip berbasis TIK itu, dilakukan penandatanganan Komitmen bersama pemerintah kabupaten dan kota se NTT dimulainya sadar tertib arsip. Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Frans Lebu Raya bersama Sekda NTT, Benediktus Polo Maing, disaksikan Kepala ANRI, Mustari Irawan. Juga dilakukan penyerahan data arsip statis berupa foto Gubernur dan Wakil Gubernur NTT dari masa ke masa dari Kepala Biro Humas NTT, Semuel Pakereng kepada Kepala Kearsipan NTT, Lambertus Ibi Riti, disaksikan Gubernur NTT dan Kepala ANRI.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.