• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Plan Indonesia Luncurkan Program Teknologi Inovasi Mata Kail
    WILSON BOYMAU | Kamis, 17 Mei 2018 | 06:33 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Plan
    Peluncuran program “Switch Asia II Project”. Yaitu, sebuah program untuk mempromosikan suplai dan konsumsi ikan secara berkelanjutan.

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Plan Indonesia dan Uni Eropa memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi NTT dengan meluncurkan “Switch Asia II Project”. Yaitu, sebuah program untuk mempromosikan suplai dan konsumsi ikan secara berkelanjutan.

    Program ini bergerak dalam sektor perikanan pengolahan ikan dengan membuka kesempatan kerja bagi kaum muda, khususnya perempuan. Tak hanya itu, program yang didanai Uni Eropa tersebut, diperuntukan juga bagi pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah dalam proses pengolahan produk perikanan.

    Launching and Kick Off Workshop Switch Asia II Project, dilakukan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Alexander Sena, mewakili Gubernur NTT Frans Lebu Raya, di aula Fernandes kantor Gubernur, Rabu (16/5). Hadir antara lain, Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti, Program Specialist Plan Jerman, Tobias Zehe dan Hans Farnhammers (Delegation Cooperation Uni Eropa).

    Alexander Sena mengatakan, program Switch Asia II sangat relevan dan dibutuhkan masyarakat NTT. Sehingga melalui workshop yang melibatkan unsur perempuan dan Instansi terkait dapat mendiskusikan berbagai hal. Juga bisa mensinergikan antara program internasional dengan program lainnya di Indonesia dan NTT khususnya.

    “Kita harapkan kerjasama Pemprov NTT dengan non-governmental organization (NGO) dapat memberikan manfaat yang jauh lebih besar lagi. Tentu kerjasama kemitraan ini lebih fokus pada peningkatan gizi masyarakat melalui teknologi inovasi pengolahan ikan,” katanya.

    Sena meminta Biro Kerjasama NTT dapat memfasilitasi kemitraan dengan lembaga-lembaga internasional dalam mendukung program Pemprov NTT. “Memang ada kemajuan dicapai NTT, seperti inflasi dapat ditekan, pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional dan kemiskinan yang berangsur menurun,” tegasnya.

    Executive Director Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan, Switch Asia II diluncurkan dengan nama Program Mata Kail (Program Mari Kita Kreatif dan Arif agar Ikan Lestari). Program ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan (2018 – 2021). Tujuannya, pertama, meningkatkan peluang ekonomi anak muda, khususnya perempuan. Kedua, pengurangan dampak lingkungan dari pengolahan ikan dan Ketiga, mengurangi masalah kekurangan gizi anak balita dengan memberikan konsumsi ikan.

    Menjrut Widiastuti, Uni Eropa telah memberikan dukungan dana sebesar 20 juta euro per tahun lewat berbagai program SDGs (Sustainable Development Goals) di Indonesia. Hingga saat ini Plan Indonesia telah menjangkau 21 kabupaten dan kota di Indonesia.

    Sedangkan penerima manfaat dari Program Switch Asia II di NTT, kata Widiastuti, untuk kabupaten Lembata, sebanyak 132.174 pemuda, Nagekeo, 139.577 dan Sikka, 313.509 pemuda. Penerima manfaat dari program ini untuk masa waktu 36 bulan, yaitu Januari 2018 sampai Desember 2020). Ditargetkan 160 UMKM di NTT akan memperoleh teknologi inovasi pengolahan ikan.

    Tobias Zehe, Program Specialist Plan German, menjelaskan, proyek yang didanai Uni Eropa, fokus pada produksi dari konsumsi berkelanjutan pengolahan ikan di NTT. Plan German berterima kasih karena bisa memberikan dukungan pemberdayaan ekonomi kaum muda, terutama perempuan untuk meningkatkan partisipasi dalam sektor perikanan.

    “Kami gembira dan percaya kerjasama kemitraan dengan pemerintah Indonesia adalah hal yang sangat penting. Kami harapkan kedepan kerjasama seperti ini dapat ditingkatkan lagi,” tutur Tobias Zehe.

    Delegation Cooperation Uni Eropa, Hans Farnhammers, mengharapkan dengan dilaunching proyek ini dapat berjalan baik. Dia senang karena proyek ini fokus pada sektor perikanan terutama dalam kegiatan promosi produksi dan konsumsi ikan secara berkelanjutan.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.