• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Monumen Flobamora Rumah Pancasila Mulai Dibangun
    WILSON BOYMAU | Sabtu, 19 Mei 2018 | 07:22 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Monumen
    Pelatakan Batu Pertama Pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila, Jumat (18/5)

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Monumen Flobamora Rumah Pancasila (FRP) mulai dibangun oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT di Desa Nitneo Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang. Pembangunan ini ditandai dengan acara groundbreaking (peletakan batu pertama), Jumat (18/5).

    Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dalam acara ground beakingmengatakan , monumen FPR akan menjadi objek wisata baru di NTT khususnya di Kota Kupang.

    Menurutnya, gagasan membangun monumen pancasila karena muncul radikalisme yang mengguncang Indonesia belum lama ini.

    "Gagasan ini muncul karena gonjang ganjing urusan kebangsaan, ada beberapa kelompok radikal selalu saja menggaung yang namanya kebangsaan dan pancasila," tandas Lebu Raya.

    Gagasan ini terwujud setelah salah seorang warga Kota Kupang, Thedorus Widodo yang dengan ikhlas menghibahkan tananya seluar 5.000 meter persegi untuk membangun monumen FRP. Menurutnya, pemberian hibah tanah sebagai wujud kecintaaan dari Theo Widodo dan keluarga kepada Indonesia dan Pancasila.

    Ia mengatakan, monumen FRP ini sebagai wujud tolerasni dan keberagaman NTT utuk Indonesia dan disebarkan ke seluruh dunia.

    Menurutnya, menjaga ideologi bangsa sangat tidak mudah, karena ideologi lain terus berkembang termasuk terorisme.

    "Memang menjaga ideologi (pancasila) itu tidaklah mudah, karena ideologi lain terus berkembang. Terorisme itu bukan urusan agama, tapi ideologi yang mengagung-agungkan kematian. Mari kita menyebarluaskan tentang ideologi pancasila, ideologi yang mesti benar-benar dijalan dengan menjaga keutuhan dan menghargai sesama," tandas Lebu Raya.

    Wakil Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT, Theodorus Widodo mengatakan, sebagai pihak yang menghibahkan tanah kepada pemerintah ia bersama keluarga merasa bahagia, karena bisa memberikan sesuatu kepada bangsa dan negara.

    Meski begitu, ia mengaku yang paling berjasa tentu para pejuang yang telah mengorbankan segalanya bagi negara.

    "Saya membayangkan apa yang kami berikan ini sangat tidak berarti dibandingkan bagaimana para pejuang kemerdekaan dulu, mengorbankan harta benda jiwa raga segala-galanya, sementara kami cuma memberi ini. Hanya ini saja dan bersyukur bahwa saya dan keluarga punya ini," kata Theodorus.

    Ia mengatakan, gagasan yang dibangun FPK NTT mendapat respon yang baik dari pemerintah  dengan melakukan penggalangan dana sebesar Rp 500 juta di aula rumah jabatan gubernur.

    Menurutnya, DPRD juga merespon ide yang baik dari FPKK NTT tersebut, "Dengan segala macam acara akhirnya disetujui proyek ini. Tempat ini memang saya persembahkan khusus buat bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai. Perjuangan ini luar biasa bersama teman-teman di FPK dan kesbanglinmas itu selalu menyemangati kami," katanya.

    Dia mengatakan, ide untuk membangun monumen FRP tidak terlepas dari karena pancasila sedang diguncang dan alasanya hanya pancasila yang bisa mempersatukan kita Indonesia. Alasan lainnya, bahwa monumen ini masyarkat akan memperoleh manfaat ekonomi dan wisata.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.