• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Gubernur NTT Prihatin, Bendungan Lambo belum Terealisasi
    WILSON BOYMAU | Senin, 21 Mei 2018 | 19:00 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Gubernur
    Gubernur NTT Frans lebu Raya

     

    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, menyampaikan rasa prihatinnya sehubungan dengan belum terealisasinya pembangunan bendungan Lambo, di Kabupaten Nagekeo. Padahal, Bendungan Lambo memiliki daya tampung sangat besar mencapai 57 juta meter kubik air untuk persediaan ait baku dan irigasi.

    "Saya berkali-kali ke Nagekeo untuk bicara tentang Bendungan Lambo. Sudah bertahun-tahun memprosesnya dan masyarakat setempat juga belum mau menerimanya. Tapi sudahlah itu risiko yang harus diterima seorang pemimpin," katanya di Kupang, Jumat (18/5).

    Menurut dia, penetapan Bndungan Lambo masuk dalam tujuh proyek strategis nasional (PSN) di NTT, tujuannya untuk menyiapkan berbagai sarana infrastruktur yang dapat menunjang aktifitas masyaraka, terutama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    "Kita punya niat baik untuk membangun bendungan itu. Nantinya bisa buka persawahan, pertanian, peternakan, periwisata dan terpenting, adalah ketersediaan air baku. Namun, apa yang kita laksanakan saat ini dengan membangun monumen FRP, berbanding terbalik dengan sulitnya merealisasi pembangunan Bendungan Lambo," jelas Lebu Raya.

    Ia mencontohkan sulitnya merealisasikan Bendungan Lambo, sama seperti yang dialami Bendungan Kolhua, di Kota Kupang. Akhirnya rencana pembangunan Kolhua dibatalkan dan dipindahkan ke Kabupaten Belu.

    "Daripada kita kehilangan satu bendungan, lebih baik kita bangun bendungan di Kabupaten Belu saja. Kalau nanti di Kota Kupang masyarakat mau memberikan lahannya,ok kita bangun," ucap Lebu Raya.

    Untuk diketahui, rencana pembangunan Bendungan Lambo (Nagekeo), hingga kini masih terkendala soal pembebasan lahan. Masyarakat adat setempat masih belum memberikan lahan seluas 431 hektar.

    Tujuh bendungan yang telah diprogramkan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, melalui PSN masing-masing, bendungan Raknamo (Kabupaten Kupang), Rotiklot (Belu), Napun Gete (Sikka), Temef (TTS), Lambo (Nagekeo), Manikin (Kabupaten Kupang) dan Bendungan Kolhua (dialihkan ke Kabupaten Belu).***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.