• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Lima lembaga Survei lakukan Perhitungan Cepat
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 22 Juni 2018 | 19:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Lima
    Juru bicarar KPU NTT, Yosafat Koli

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Lima lembaga survai di Indonesia siap melakukan penghitungan cepat (quick qount) pada hari H Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur NTT, Rabu, 27 Juni 2018. Kelima lembaga survai ini memenuhi syarat dan telah mendaftar di KPU NTT.

    “Ada lima lembaga yang memenuhi syarat, satu lembaga tidak memenuhi syarat.  Jadi lembaga survai yang melakukan quick qount itu harus memenuhi syarat-syarat seperti akta pendirian lembaga, nama badan pengurus dan lain-lain,” kata Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli, di ruang kerjanya, Kamis (21/6/2018). 

    Dia merinci lima lembaga survai yang melakukan quick qount itu, yakni Losta Institute, Jaringan Suara Indonesia, Indo Barometer, Saiful Mudjani Research and Consulting, dan Indikator Politik Indonesia. “Sedangkan PT Indo Survai dan Strategi tidak memasukkan salah satu syarat,” kata Yosafat. 

    Lima lembaga survai yang melakukan quick qount ini, kata Yosafat, membiayai sendiri penghitungan cepat yang mereka lakukan. “Mereka biayai sendiri. KPU tidak biayai mereka. Mereka juga bertanggung jawab sendiri atas hasil penghitungan cepat yang dilakukan,” tegas Yosafat. 

    Hasil penghitungan cepat dari setiap lembaga survai itu, jelas Yosafat, bukan hasil resmi yang digunakan KPU NTT. Hasil penghitungan suara versi KPU adalah hasil penghitungan manual yang mengikuti tahapan-tahapannya mulai dari TPS hingga rapat pleno di KPU. 

    “KPU gunakan penghitungan manual mengikuti tahapan-tahapan. Mulai dari TPS hingga kabupaten dan provinsi. Penghitungan KPU berdasarkan hasil penghitungan yang ada di formulir C1,” jelas Yosafat. 

    Yosafat menjelaskan, kecurangan penghitungan suara sulit dilakukan karena formulir C1 itu di-scan dan langsung dikirim ke KPU pusat. “Ini bertujuan agar publik mengetahui semua dokumen yang resmi. Dengan demikian dugaan kecurangan semakin sulit dilakukan karena semua sudah langsung dikirim ke KPU pusat dan bisa diakses publik secara luas di https://www.infopemilu.kpu.go.id,” jelas mantan Ketua KPU Ngada ini.  (tim media kpu ntt)

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.