• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Air Mata Lebu Raya untuk NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 13 Juli 2018 | 21:35 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Air
    Gubernur NTT Frans lebu Raya didampingi Ny. Lusia Adinda Dua Nurak saat memasuki GOR Flobamora Oepoi

     

    KUPANG- Ibarat kata pepatah, berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau, itulah yang dialami Frans Lebu Raya, Gubernur NTT yang akan mengakhiri masa tugasnya Senin, 16 Juli 2018.

    19 tahun, bukanlah rentang waktu yang pendek bagi pria kelahiran Desa Watoone, Kabupaten Flores Timur, 16 Mei 1960 ini mengabdikan diri bagi Flobamorata. Dalam perjalanan sejarah hidup dan karir politiknya, Lebu Raya menjadi Wakil Ketua DPRD NTT selama empat tahun, kemudian lima tahun mendampingi Piet Alexander Tallo, sebagai wakil gubernur 2003 – 2008 dan menjadi Gubernur NTT selama 10 tahun, 2008 -2018.

    Dalam kurun waktu kepemimpinannya sebagai gubernur ia sempat didampingi oleh dua wakil gubernur yakni Esthon Leyloh Foenay (2008 -2013) dan Benny Alexander Litelnoni (2013 -2018). Catatan sejarah pengabdian ini, pantas ditulis dengan tinta emas dan terpateri dalam balutan karang Flobamorata.

    Kata orang bijak, setiap masa ada pemimpinnya dan setiap pemimpin ada masanya. Waktu pengabdian seorang Lebu Raya pun berakhir  dengan berbagai catatan kelebihan dan kekurangannya.

    Kamis, 13 Juli 2018, atau tiga hari menjelang akhir masa jabatannya, Lebu Raya bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTT menggelar syukuran sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Tuhan dan  leluhur yang telah menjaga dan melindunginya selama 10 tahun memimpin NTT, sebuah provinsi yang terdiri dari pulau-pulau dengan topografis wilayah yang sangat berat.

    Dalam cara yang digelar cukup meriah di GOR Flobamora Oepoi, Kota Kupang, untuk kesekian kalinya, Lebu Raya meneteskan air mata. Saat tiba di halaman Gedung Olahraga (GOR) Oepoi Kota Kupang, Gubernur NTT bersama Wakilnya Benny Litelnoni disambut dengan tarian. Suasana haru itu sangat terasa ketika keduanya disambut pimpinan OPD.

    Lebu Raya tak sanggup lagi menahan air matanya, ketika menyalami satu per satu para pejabat yang selama ini untuk mendampingi dan membantunya dalam membingkai kehidupan dan kesejahteraan masyarakat NTT.

    Saat memasuki GOR Flobamora, Lebu Raya seakan tak sanggup lagi menahan derai air matanya mendengar alunan lagu "Bale Nagi". Lagu ini mengajak rakyat Flores Timur di tanah rantau untuk kembali membangun kampung halamannya.

    Lebu Raya tersentuh dengan lirik lagu tersebut, sehingga membuatnya tak sanggup lagi menahan air matanya. "Terima kasih ya atas dukungannya selama ini," katanya saat menjabat tangan salah seorang ASN yang menjemputnya di pintu masuk GOR Flobamora.

    Acara syukuran itu selain dihadiri oleh ratusan ASN juga ihadiri Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno serta sejumlah anggota DPRD NTT dan jajaran Forkopimda lainnya.

    Lebu Raya pada kesempatan itu mengatakan, selama masa kepemimpinannya  bersama Benny Litelnoni, ada banyak kekurangan dan pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. Karenanya, jika dalam masa kepemimpinan mereka ada harapan yang belum terwujud kiranya itu dimaafkan.

    Kata dia, NTT sekarang ini lebih dikenal dengan Nusa Terindah Toleransi dan dari waktu ke waktu terus berbenah diri dan berubah, sehingga harus tetap dijaga kerukunan, kedamaian, kekeluargaan dan persahabatan.

    “Membangan NTT perlu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas  dan dukungan semua pihak. Kerja keras bukan saja oleh ASN, tetapi semua komponen masyarakat di daerah ini. Untuk itu, kita harus terus berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan NTT yang lebih baik,” katanya.

    Lebu Raya kembali berurai air mata, ketika para pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT tampil dengan dandanan ala cowboy membawakan lagu “Gubahanku” karya Broery Marantika. Ia tak bisa menyembunyikan rasa haru sambil sesekali menyeka air matanya dengan sapu tangan biru.

    Itulah air mata seorang Lebu Raya yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur NTT pada 16 Juli 2018, tidak bisa ia sembunyikan. Air matanya tumpah untuk provinsi kepulauan yang sempat ia pimpin. Air mata Lebu Raya untuk rakyat NTT.***        


     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.