• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    KPU NTT Periksa Keabsahan Dokumen Bacaleg
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 20 Juli 2018 | 06:38 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    KPU
    Juru bicarar KPU NTT, Yosafat Koli

     

    KUPANG-Setelah menerima semua berkas bakal calon (Balon) legislatif DPRD NTT yang diajukan 16 partai politik di NTT, Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT memeriksa guna memastikan keabsahan semua dokumen syarat bacaleg. 

    Seperti disaksikan, Kamis (19/7/2018), sejak pagi staf di Sekretariat KPU NTT terlibat sibuk memeriksa semua berkas dokumen syarat para bacaleg.  Untuk seluruh NTT 16 partai politik mengajukan 957 bacaleg dari delapan daerah pemilihan memperebutkan 65 kursi DPRD NTT. 

    Juru bicara KPU NTT, Yosafat Koli, di Aula kantor KPU NTT, Kamis pagi memgatkan, hari ini KPU NTT melakukan penelitian keabsahan dokumen syarat calon yang sudah diterima dari parpol. 

    “Jika  ditemukan ada kekurangan dokumen syarat calon, maka akan dikoordinasikan dengan parpol agar segera diperbaiki pada masa perbaikan pada tanggal 22 sampai dengan 31 Juli mendatang,” kata Yosafat.

    Yosafat menyebut beberapa mekanisme perbaikan. Di antaranya bakal calon yang telah memenuhi syarat tidak boleh diganti. Nomor urut calon tidak boeh diubah lagi. Bakal calon yang belum memenuhi syarat bisa diganti oleh partai politik. Juga tidak boleh menambah bakal calon di daerah pemilihan yang tidak diusulkan saat pendaftaran 

    "Hasil penilaian keabsahan dokumen syarat calon akan disampaikan kepada parpol paling lambat tanggal 21 Juli, sehingga perbaikannya tanggal 22 sampai dengan 31 Juli mendatang," tegasnya. 

    Sementara untuk keterwakilan 30 persen perempuan, Yosafat menjelaskan, 30 persen keterwakilan perempuan bukan dihitung berdasarkan ketersediaan kursi di daerah pemilihan, namun berdasarkan pengajuan calon di daerah pemilihan masing-masing. 

    "Tiga puluh persen keterwakilan perempuan bukan dihitung jumlah kursi dalam dapil, namun dihitung berdasarkan pengajuan calon dari masing-masing calon di dapil tersebut," tegas Yosafat. (Tim Media KPU NTT)

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.