• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pementasan Tungku Haram, Ide Cerdas Menolak Human Trafficking
    ALBERT VINCENT REHI | Minggu, 29 Juli 2018 | 21:25 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pementasan
    salah satu adegan dalam pementasan Teater Musikal Tungku Haram 3 di Kupang, Kamis (27/7)

     
    KUPANG,FLOBAMORA.NET - Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno menilai, pementasan teater musikal Tungku Haram 3 yang dipersembahan siswa SMA/SMK Syuradikara Ende merupakan sebuah ide cerdas untuk menyampaikan aspirasi menolak Human Trafcking atau perdagangan orang masih menjadi ancaman bagi kehidupan masyarakat di daerah ini.

    Penilaian tersebut disampaikan Pua Geno saat membuka pementasan teater musikal Tungku Haram 3 yang disutradarai P. Yohan Wadu,SVD di halaman depan gedung DPRD NTT, Kamis (27.7) malam di hadapan sekitar 1500 penonton yang memadati arena tersebut.

    Menurutnya, pemilihan lokasi pementasan juga merupaka ide cerdas , karena di rumah besar rakyat NTT inilah pementasan yang mengusung tema besar memerangi perdagangan orang digelar, sehingga mengguhan dewan untuk lebih serius memperhatikan masalah ini.

    “Masalah human trafficking adalah masalah sangat serius dihadapiNTT, Provinsi kepuluan ini malah sudah ditetapkan menjadi daerah darurat peragangan manusia di Indonesia dan pemnyumbang TKI illegal terbesar,” katanya.

    Ia menuturkan, masalah ini pun menjadi perhatian Presiden Joko Widodo, yang sempat menggelar sidang khusus terkait perdagangan manusia di NTT. Presiden bahkan meminta pemerintah daerah lebih serius melakukan penanganan dan melibatkan semua lapisan masyarakat

    Pua Geno meminta Teater Evergrande mementaskan teater musikal ini  tidak hanya di Ende, Labuan Bajo dan Kupang, tetapi ke beberapa kota kabupaten lainnya di NTT.

    Kepala SMAK Syuradikara, Pater Stef Sabo Aran,SVD mengatakan, masalah human trafiking berarti berbicara soal kaum perempuan dan anak-anak, yang kerap menjadi korban perdagangan manusia atau yang dikenal dengan "Human Trafficking" yang mana kerap terjadi penindasan kepada kaum perempuan dan anak yang dipekerjakan secara paksa.

    Dengaan adanya pementasan taeter tersebut kiranya bisa menggugah pandangan publik akan kasus-kasus human traficking karena kejadiannya tidak lagi sekedar menjadi bahan cerita namun benar-benar terjadi dan kasusnya dari waktu-waktu ke waktu terus mengalami peningkatan.

    “Dengan adanya kesadaran dari public, diharapkan bisa menekan kasus-kasus perdagangan orang yang saat ini tidak lagi hanya menimpa perempuan dan anak namun juga laki-laki,” paparnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.