• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Duka di Gurusina
    NURY SYBLI | Senin, 13 Agustus 2018 | 21:08 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Duka
    Kampung Gurusina yang terbakar sore tadi

     

    SENIN (13/8/ 2018) sore, sekitar pukul 16.00 wita api melalap rumah adat bagian bawah kampung Megalitikum Gurusina, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa tenggara Timur (NTT) . Dalam hitungan detik api langsung menyambar puluhan rumah yang terbuat dari kayu dan beratapkan ilalang.

    Setidaknya 27 rumah adat, dan enam rumah pendamping untuk upacara adat (3 baga + 3 ngadu) habis dilahap jago merah. Dari 33 rumah adat yang selamat hanya 6 ditambah rumah baca.

    Sumber api darimana? Apa penyebabnya masih diselidiki. Yang pasti datang dari salah satu rumah paling sudut bawah kampung.

    “Puji Tuhan tidak ada korban jiwa, hanya memang semua barang keseharian tidak bisa diselamatkan,” kisah pak Huber salah satu guru via telepon.

    “Barang-barang pusaka beruntung terselamatkan,”imbuhnya.

    Saat ini warga masih berkumpul ditengah lapangan memastikan ap benar-benar padam sambil menunggu upacara adat untuk ritual mengungsi dimana. “Karena secara adat belum boleh mengungsi dulu sebelum benar-benar api padam.”

    Yang pasti pakaian sekolah anak-anak, buku, sepatu tidak ada yang selamat semua habis terbakar. Warga membutuhkan makanan, susu, pakaian dan terutama bagaimana membangun kembali rumah adat.

    “Rumah adat ini harus kembali terbangun, mohon teman-teman bantu. Bukan saja soal membeli katu dan paku tapi membangun nilai dari setiap rumah ini yang mahal. Semoga pemerintah memperhatiakan musibah ini.”

    Tentang Kampung Gurusina

    Kampung Gurusina adalah salah satu kampung adat yang terletak di kaki gunung Inerie, sekitar 21 km dari Kota Bajawa terletak di Desa Watymanu, Kecamatan Jerebuu. 33 rumah berbaris melingkar mengelilingi batu-batu megalitikum dan di tengah lapangan terdapat tiga bangunan pondokan kecil bernama Baga dan tiga rumah adat mini bernama Ngadu.

    Setiap rumah terbuat dari kayu dan bambu, beratapkan ilalang. Diatap rumah terdapat hiasan rumah sebagai tanda rumah utama dan pada bagian depan terdapat susunan tanduk kerbau seperti rumah-rumah Toraja. Tanduk Kerbau ini melambangkan kejayaan dan kebesaran akan harta dan kekayaan setiap warga penghuni rumah adat ini.

    Dan pada setiap pintu rumah, terdapat ukiran kayu dengan nama rumah. Di semua bangunan tidak semen, melainkan menggunakan bambu dan kayu.

    Warga kampung Gurusina rata-rata bertani kopi, kemiri dan padi. Sebagian perempuan menenun lawo bermotif jara.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.