• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pengidap HIV/AIDS di NTT Capai 2.351 Orang
    ALBERT R. | Sabtu, 14 Desember 2013 | 13:03 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pengidap
    dok/flobamora.net

     
    Kupang, Flobamora.net - Jumlah Pengdidap HIV/AIDS di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Oktober 2013 mencapai 2.351 orang, yang terdiri dari 985 HIV dan 1.366 AIDS dengan jumlah pengidap meninggal sebanyak 493 orang.

    Sekretaris Komisi penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) NTT, Husein Pankratius kepada wartawan di Kupang, Sabtu (14/12) mengatakan, jika beberapa bulan berselang masih ada daerah yang belum terpantau, namun, saat ini persebaran kasus itu sudah terjadi di 21 kabupaten/kota di daerah tersebut.

    Menurutnya, berdasarkan data  yang dihimpun, ada lima daerah yang jumlah pengidap tertinggi. Kabupaten Belu masih menempati peringkat pertama dengan jumlah pengidap HIV/AIDS tertinggi yakni 505 orang , menyusul kabupaten Sikka 4134 , Kota Kupang 374, Timor Tengah Selatan (TTS) 171, Lembata 130 dan Flores Timur (Flotim) 110 orang.

    "Sejak kasus HIV/AIDS ditemukan pertama kali pada tahun 1997 lalu, junmlah pengidap HIV/AIDS di NTT terus meningkat, yakni dari tahun 2010 sampai 2013," katanya.

    Dia menjelaskan, secara kumulatif jumlah pengidap HIV/AIDS di NTT berdasarkan jenis kelamin didimoniasi oleh laki-laki yakni sebanyak 562 HIV dan 903 AIDS. Sedangkan persempuan 423 HIV dan 463 AIDS.

    Kemudian, lanjutnya, jumlah pengidap berdasarkan profesi, didominiasi oleh pekerja swasta yakni 521 orang, Ibu Rumah Tangga 457, petani 342, belum jelas pekerjaannya 248, buruh kasar 102,PSK 97,Supir 89,Tukang Ojek 82, PNS 72,dan TKI sebanyak 65 orang.

    "Sementara itu, jumlah pengidap HIV/AIDS di NTT dilihat dari golongan usia, 25 - 30 tahun 626 orang, 31 -35 455, 21 - 25 398, 35 - 40 254, 41 - 45  173, 16 - 20 119, 46 - 50 104 dan usia 0 - 25 tahun 102 orang," paparnya.

    Dia menambahkan, berdasarkan faktor  resiko sekitar 95 persen masyarakat dengan perilaku hetero seksual sangat rentan terhadap penyakit tersebut, menyusul perinatal sekitar empat persen dan IDU satu persen.

    Kata dia, pemerintah hingga saat ini terus berupaya melakukan sosiliasi terhadap bahaya HIV/AIDS tidak saja kepada golongan beresiko tinggi tetapi juga seluruh lapisan masyarakat di daerah ini, serta menambah jumlah VCT agar masyarakat secara suka rela melakukan pemeriksaaan terhadap resiko HIV/AIDS.*** (Risky)


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.