• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 21 Mei 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Pembocor Dokumen Intelijen Amerika Serikat Mendapat Tawaran Amnesti
    ANA DEA | Sabtu, 14 Desember 2013 | 18:57 WIB            #INTERNASIONAL

    Pembocor
    Web/Antara

     
    Washington - Edward Snowden, pembocor dokumen intelijen Amerika Serikat mendapat tawaran amnesti dari seorang pejabat Dewan Keamanan Nasional (NSA) jika dia mau menghentikan aksinya.

    Rick Ledgett, kepala gugus tugas NSA yang menginvestigasi dampak pembocoran dokumen oleh Snowden, berbicara dalam program "60 Minutes" stasiun televisi CBS bahwa beberapa rekannya di lembaga itu, tapu tidak seluruhnya, setuju dengan pandangan Ledgett itu.

    "Pandangan pribadi saya adalah ya, layak melakukan pembicaraan bagi kesepakatan yang mungkin," kata Ledgett. Namun Snowden harus memberikan jaminan kuat terlebih dahulu bahwa dokumen-dokumen sisanya terjaga.

    Namun Kepala NSA Jenderal Keith Alexander menolak gagasan amnesti Snowden itu.

    "Ini adalah analog untuk  penyandera yang menawan 50 sandera, menembak 10 sandera dan lalu berkata 'Kalian beri saya amnesti penuh dan saya akan membebaskan 40 sandera sisanya,'" kata Alexander dalam "60 Minutes."

    Alexander mengatakan kesepakatan amnesti adalah preseden berbahaya untuk para pembocor dokumen di masa mendatang.

    Jenderal bintang empat yang akan pensiun tahun itu mengaku telah meminta pengunduran diri setelah kebocoran terjadi namun itu tak disetujui pemerintahan Presiden Barack Obama.

    Snowden dikabarkan telah mencuri 17 juta dokumen rahasia dan jumlah ini tak dibantah oleh Ledgett.

    Sekitar 58.000 dokumen rahasia yang diambil Snowden itu telah dibocorkan ke sejumlah media massa, lapor koran Inggris The Guardian.

    CBS  juga melaporkan, seorang analis NSA telah menemukan malware yang dirancang di China yang bisa menghancurkan komputer-komputer terserang virus.

    Direktur Jamninan Informasi NSA Debora Plunkett menyebutkan senjata siber ini dinamai "Bios Plot" atau nama komponen kunci dalam komputer pada langkah dasar seperti saat menyalakan sistem operasi komputer.

    Malware ini disamarkan sebagai update untuk software yang jika pengguna mengkliknya, maka virus akan "membekukan" operasi komputer," kata Plunkett.

    Jika ini diluncurkan maka dampaknya akan luar biasa ke seantero dunia.  Plunkett menyebut dampak virus ini akan melemahkan perekonomian AS.

    NSA telah berbicara dengan pabrikan pembuat komputer untuk pencegahan  dampak yang mungkin terjadi dari malware tersebut, demikian AFP.

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.