• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 20 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    Pengungsi Palue Bakal Diberi Formlir A5-KPU
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 24 Maret 2014 | 14:58 WIB            #PEMILU

    Pengungsi
    Juru Bicara KPU Sikka, Ferry Y.K Soge

     
    Maumere, Flobamora.net - Pemilih asal Kecamatan Palue yang kini berada di pengungsian akan diberikan formulir Model A5-KPU untuk memberikan suara pada sejumlah TPS di sekitar lokasi pengungsian.

    Mereka akan menggunakan hak suaranya pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang dengan kategori pindah pilih. Data yang dihimpun dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka menunjukkan bahwa pengungsi Paule yang berada di pengungsian sebanyak 1.190 orang. Mereka tersebar di wilayah Kabupaten Sikka sebanyak 551 orang, Kabupaten Ende sebanyak 635 orang dan di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4 orang.

    “KPU Sikka sudah konsultasikan masalah pengungsi Palue ini dengan KPU Provinsi NTT pada Kamis (20/3) lalu. Alternatif yang paling mungkin untuk dilaksanakan yaitu memberikan formulir A5-KPU atau pindah pilih. Alternatif ini merujuk pada Pasal 8 Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013,” terang jurubicara KPU Sikka, Yohanes K. Fery Soge di Maumere, Senin (24/3).
     
    Dia menambahkan KPU Sikka mengirim dua orang komisoner untuk melakukan konsultasi ke KPU Provinsi NTT. Yang dikirm adalah Alfonsus Hilarius Ase yang membidangi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Data dan Informasi, dan Yohanes K. Fery Soge yang membidangi Divisi Hubungan Masyarakat, Hubungan Antar Lembaga, Pengembangan SDM, dan Organisasi.

    “Untuk melaksanakan hal ini, KPU Sikka akan berkoordinasi dengan KPU Ende dan KPU Nagekeo. Ini perlu dilaksanakan agar para pengungsi tidak menumpuk di TPS tertentu saja. Sementara untuk pembagian formulir A5-KPU, KPU Sikka akan dibantu PPK Kecamatan Palue dan beberapa PPS terkait,” tambahnya.

    Dalam pertemuan konsultasi di Kupang, lanjutnya, sempat dibahas pula kemungkinan lain. Misalnya, memobilisasi para pengungsi untuk pulang ke Palue atau memobilisasi warga pengungsi ke titik tertentu di dalam wilayah daerah pemilihan (Dapil) Sikka 2.

    Namun, dua kemungkinan ini, ujarnya, terlalu berat untuk dilaksanakan. Lagi pula, tidak ada alokasi dana untuk memobilisasi pemilih dalam jumlah cukup besar dan tersebar pada berbagai titik pengungsian tersebut.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.