• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 November 2018

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    Jumlah NIK Invalid Pileg Masih 5. 625 Pemilih
    ALBERTO | Senin, 24 Maret 2014 | 15:33 WIB            #PEMILU

    Jumlah
    Juru Bicara KPU NTT, Maryanti L.Adoe

     
    Kupang, Flobamora.net - Setelah dilakukan pemutakhiran data, jumlah nomor induk kependudukan (NIK) invalid yang masih tersisa 5. 625 pemilih. Jumlah NIK invalid itu tersebar di lima kabupaten yakni Ende, Flores Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, dan Timor Tengah Utara (TTU).

    Juru bicara KPU NTT, Maryanti (Tanti) Luturmas Adoe kepada wartawan di Kupang, Senin (24/3), menjelaskan, sebelum dilakukan pemutakhiran, jumlah NIK invalid sebanyak 48. 557 pemilih yang tersebar di delapan kabupaten.

    Menurutnya, untuk masalah ini, KPU NTT masih menunggu seperti apa perintah yang diberikan KPU pusat. Karena mereka juga telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

    “Walau belum ada kepastian apakah mereka bisa atau tidak memberikan hak suara pada pileg 9 April 2014 mendatang, tapi mereka tetap terdaftar sebagai pemilih di daftar pemilih tetap (DPT),” katanya.
     
    Dia menyampaikan, jumlah DPT pileg sebanyak 3. 095 039 pemilih yang terdiri dari laki- laki 1. 502. 672 pemilih dan perempuan 1. 592. 367 pemilih. Walau telah ditetapkan, tapi KPU masih membuka peluang untuk mengakomodasi pemilih yang belum terdaftar dalam DPT. Mereka diakomodasi dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

    Hingga saat ini, ujarnya, jumlah pemilih yang terdaftar dalam DPK sebanyak 33. 398 pemilih yang tersebar di 19 kabupaten/kota, karena Kabupaten Manggarai dan Belu belum memasukan DPK.

    Lebih lanjut Tanti mengatakan, KPU masih membuka peluang untuk mengakomodasi DPK hingga 26 Maret. Selanjutnya pada 30 atau 31 Maret, KPU NTT melakukan pleno terhadap DPK. Setelah itu, barulah diketahui jumlah pasti pemilih tetap pileg di NTT.

    Dia mengakui, KPU mengalami kendala terkait diakomodasinya pemilih dalam DPK. Pasalnya, surat suara telah dicetak sesuai dengan jumlah DPT yang telah ditetapkan sebanyak 3. 095. 039 pemilih dan ditambah dua persen sebagai surat suara cadangan. KPU tidak mencetak surat suara khusus untuk mengakomodasi DPK atau daftar pemilih khusus tambahan.

    Terhadap permasalahan ini, Tanti menyatakan, panitia pemungutan suara (PPS) harus mobile ke semua TPS di wilayah kerjanya. Ini untuk memastikan berapa jumlah surat suara yang belum digunakan.

    "Dengan demikian, para pemilih khusus ini bisa menggunakan hak suaranya di TPS  yang masih memiliki surat suara yang belum digunakan tersebut," paparnya.

    Kepala Biro Humas Setda NTT, Lambert Ibi Riti mengungkapkan, mengingat masih banyak jumlah NIK invalid, pemerintah NTT telah mengambil sejumlah langkah. Salah satunya, para bupati melalui Dinas Kependudukan diminta untuk harus mengecek di lapangan.

    Untuk hal ini harus dikoordinasi dengan KPU setempat. Bagi pemilih yang belum memiliki NIK, Dinas Kependudukan harus menerbitkan NIK valid. Pada prinsipnya, DPT bermasalah harus segera diselesaikan agar semua warga pemilih dapat menggunakan hak suaranya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.