• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Basuki: Di Jakarta, Kebijakan Apapun Bisa Timbulkan 1.000 Musuh
    ANA DEA | Kamis, 27 Maret 2014 | 15:10 WIB            #NASIONAL

    Basuki:
    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjawab pertanyaan awak media menanggapi soal pemberian mandat kepada Gubenur DKI Jakarta, Jokowi sebagai capres dari Partai PDIP, di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/3/2014). Warta Kota/Henry Lopulalan

     
    Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, menjadi seorang pemimpin publik di Jakarta harus memiliki dua hal, yakni keberanian dan kejujuran. Jika memiliki dua hal tersebut, kata dia, maka seorang pejabat akan dengan mudah menjalankan kebijakannya secara konsisten.

    Menurut Basuki, keberanian dibutuhkan saat akan berhadapan dengan orang-orang yang tidak senang dengan kebijakan yang dikeluarkan, akibat terganggunya kepentingan mereka.

    "Semua yang kami putuskan akan menyenggol kepentingan orang. Orang sudah mapan tinggal 30-40 tahun, terus kamu senggol kepentingannya, pasti dia akan tersinggung," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Kamis (27/3/2014).

    "Ada pepatah, satu musuh terlalu banyak, seribu kawan terlalu sedikit. Nah, kalau di Jakarta, semua kebijakan apapun yang dikeluarkan pasti akan menimbulkan seribu musuh. Kalau Anda takut, ya bubar," katanya lagi.

    Sementara itu, kata Basuki, kejujuran dibutuhkan agar pejabat tidak mudah tergiur dengan godaan. Ia menilai, pejabat yang tak jujur akan senang memegang posisi di Jakarta karena bisa mendapatkan uang dengan mudah.

    Namun jika mengedepankan kejujuran, lanjut Basuki, pejabat tersebut harus rela untuk tidak menjadi kaya dari jabatan yang dipegangnya.

    "Mau tidak, setelah berhenti dari sini, tetapi uangnya masih biasa-biasa saja. Kalau kamu mau ngumpulkan Rp 50-100 miliar di sini gampang banget. Dapat Rp 100 miliar, terus didepositokan, tiap bulan dapat Rp 500 juta, lho," ucap pria yang akrab disapa Ahok itu.

    "Kalau punya Rp 1 triliun, tiap bulan dapat Rp 5 miliar. Punya istri 10 pun tidak akan habis uangnya. Tiap-tiap istri bisa dapat Rp 500 juta. Itu baru bunganya saja," ujarnya.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.