• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 15 Desember 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    "Perokok Sosial" Sama Berbahayanya dengan Perokok Berat
    ANA DEA | Sabtu, 29 Maret 2014 | 10:19 WIB            #GAYA HIDUP

    Perokok Sosial
    Dok/Web: Ilustrasi

     
    Flobamora.net - Mereka hanya merokok pada kesempatan tertentu, terutama saat sedang bersosialisasi dengan teman. Para perokok tersebut sering disebut dengan "perokok sosial". Meski frekuensi merokok mereka tergolong jarang, nyatanya bahaya kesehatannya sama saja dengan perokok berat.

    Para ilmuwan sampai saat ini tidak menemukan batasan "aman" dari merokok. Dengan kata lain, sering merokok atau merokok kadang-kadang memiliki efek buruk pada tubuh, bahkan hingga tingkat sel.

    Selain merusak paru, risiko kesehatan yang mengancam antara lain:

    - Gangguan kesuburan
    Menghisap rokok akan membuat rahim mengalami penuaan lebih cepat, mengganggu produksi estrogen dan merusak DNA sel telur. Hal ini akan memicu gangguan kesuburan dan menopause lebih dini.

    - Kanker payudara
    Zat-zat beracun pada rokok akan mendorong sel-sel payudara berubah menjadi kanker. Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal National Cancer Institute menyebutkan, wanita perokok beresiko kanker payudara 24 persen lebih tinggi dibanding yang bukan perokok.

    - Kanker kolon
    Risiko seorang wanita terkena kanker kolon akan meningkat dua kali lipat dibanding risiko pada pria, jika mereka memiliki kebiasaan merokok.

    - Kerusakan DNA
    Meski hasil pemeriksaan rontgen paru para perokok sosial menunjukkan hasil yang normal, ternyata ketika diperiksa hingga level sel terjadi perubahan sel-sel menjadi prakanker.

    Banyak perokok sosial yang berdalih mereka hanya merokok beberapa batang dalam seminggu. "Saya cuma merokok saat hang out dengan teman," begitu alasannya. Padahal, frekuensi sosialisasi tanpa disadari cukup sering. Selain itu penelitian menunjukkan, rokok ternyata lebih menimbulkan kecanduan dibanding dengan heroin atau kokain. Tak heran jika mereka juga beresiko tinggi terkena penyakit.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.