• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Juni 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Nilai Adat Istiadat Harus Dilestarikan
    RISKY R | Rabu, 02 April 2014 | 15:50 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Nilai
    Don Emanuel Patigolo DVG

     
    Kupang, Flobamora.net - Nilai adat istiadat dan budaya yang diwariskan para pendahulu harus dilestarikan karena saat ini sangat memprihatinkan akibat tergerus oleh adat istiadat dan budaya asing. Diharapkan Undang- Undang Desa yang telah ditetapkan memberi ruang yang besar untuk pelestarian nilai- nilai adat dan budaya yang difasilitasi pemerintah.

    Pewaris Raja Kedua Kerajaan Larantuka, Don Emanuel Patigolo DVG kepada wartawan di Kupang, Rabu (2/4), menjelaskan, pentingnya pelestarian nilai- nilai adat dan budaya ini telah dibahas dalam Konvensi Nasional dalam rangka penyusunan rekomendasi tentang adat dan budaya Nusantara 2014 di Bandung pada Februari lalu.

    Kegiatan itu mengambil tema “Merajut Adat dan Adab yang Berserakan sebagai Inspirasi Kebangkitan Peradaban Nusantara.”

    Don mengatakan, pada hakikatnya manusia sebagai makhluk berbudaya mengenal adat dan adab yang merupakan bagian terpenting dalam kehidupan. Dalam sistim ini, manusia mengembangkan berbagai upacara adat sebagai pengukuhan norma- norma, kehidupan sosial dengan menggunakan lambang - lambang tertentu.

    Mencermati berbagai perubahan hidup dan kehidupan manusia zaman ini yang tengah dihadapi bersama yang dengan sangat mudah turut mempegaruhi pola tindak dan perilaku manusia itu sendiri, cenderung bertentangan dengan tantanan hidup manusia dewasa ini.

    “Saya dalam berbagai kesempatan, selalu sampaikan soal pentingnya pelestarian adat dan budaya terutama di Kabupaten Flores Timur,” katanya.
     
    Dia menyatakan, umumnya pengetahuan tentang seremonial adat yang diajarkan secara lisan atau dengan meniru secara turun temurun, jarang sekali dan bahkan tidak dibukukan secara bagus. Karena dianggap tidak merupakan kebutuhan manusia di era globalisasi. Karena itu, sebagai manusia yang beradab dan beradat, masyarakat adat harus lebih mengenal dan lebih dekat dengan adat.

    Pada kesempatan itu Don yang juga DPC Pelestarian Seni Budaya Indonesia Flores Timur menyarankan, adat istiadat dan budaya harus dimasukan dalam kurikulum sebagai muatan lokal. Bahkan diajarkan mulai dari tingkat pendidikan sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

    "Kearifan lokal tentang adat dan budaya perlu digalakkan kembali. Adat dan budaya harus mempunyai lembaga adar desa yang independen untuk membawahi masyarakat adat," paparnya.

    Dia menegaskan, pemerintah harus memfasilitasi nilai- nilai budaya yang diwariskan para pendahulu karena merupakan salah satu potensi pariwisata. Misalkan, di Larantuka, orang lebih mengenal prosesi Semana Santa, tapi melupakan situs- situs dan peninggalan kerajaan.

    Harus diketahui, devosi kepada Buda Maria adalah milik kerajaan, sedangkan liturgi merupakan milik gereja. Sebagai pemangku adat dan pewaris keturunan raja Larantukan, kami mengatur devosi berkaitan dengan Semana Santa,” tandasnya.

    Dia menambahkan, terkait kegiatan Semana Santa, pintu Istana Raja Larantuka terbuka untuk para peziarah. Sebab istana raja merupakan milik masyarakat adat Flores Timur umumnya dan Lamaholot pada khususnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.