• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 19 Juni 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Jelang Piala Dunia, Tentara Brasil Duduki Permukiman Kumuh
    ANA DEA | Minggu, 06 April 2014 | 16:55 WIB            #INTERNASIONAL

    Jelang
    Sekelompok tentara Brasil berpatroli di permukiman kumuh Mare di kota Rio de Janeiro, Sabtu (5/4/2014), untuk menjamin keamanan pagelaran Piala Dunia 2014. Sebanyak 2.700 personel militer dikerahkan untuk menduduki permukiman kumuh paling berbahaya di kota Rio de Janeiro itu. CHRISTOPHE SIMON / AFP

     
    RIO DE JANEIRO, Flobamora.net - Ribuan personel militer didukung kendaraan lapis baja dan truk menduduki sebuah permukiman kumuh paling berbahaya di kota Rio de Janeiro, Brasil, Sabtu (5/4/2014), dalam upaya meningkatkan keamanan menjelang dimulainya Piala Dunia 2014.

    Langkah ini adalah upaya terbaru pemerintah Brasil untuk menyingkirkan geng-geng narkoba dari permukiman kumuh Mare yang selama ini menjadi surga kelompok kejahatan terorganisasi di Rio de Janeiro.

    Kompleks permukiman Mare, yang ditinggali 130.000 orang itu, merupakan salah satu rute yang akan dilintasi para penggemar sepak bola yang datang ke kota metropolitan yang menjadi tuan rumah tujuh partai Piala Dunia, termasuk partai final yang digelar 13 Juli.

    Batalion operasi khusus kepolisian yang sangat ditakutiyang  dilengkapi persenjataan berat dan didukung helikopter serta kendaraan lapis baja, sudah pernah  permukiman kumuh Mare pada 30 Maret lalu.

    Namun, pada saat 2.700 personel tentara, marinir dan polisi militer memasuki kawasan kumuh itu pada Sabtu pagi, nyaris tak terjadi keributan dan bentrokan.

    Para penghuni Mare tetap bekerja seperti biasa saat pasukan keamanan memasuki permukiman luas itu, dengan sesekali melongokkan kepala mereka lewat jendela untuk menyaksikan pergerakan aparat keamanan di tempat itu.

    Meski terlihat aman, hampir tak ada warga Mare yang bersedia berbicara kepada wartawan karena takut akan pembalasan anggota geng narkotika. Kecuali seorang perempuan, yang meski mau berbicara tapi tak ingin identitasnya diketahui.

    "Saya harap kondisi di sini akan terus membaik," kata perempuan itu.

    Pasukan militer itu menggantikan 1.500 personel kepolisian yang sudah ditempatkan di Mare sejak Minggu (30/3/2014). Sejak hari itu, polisi melaporkan terjadi 36 kali bentrokan dengan tersangka anggota geng yang menewaskn 16 orang, melukai delapan orang dan 118 orang lainnya ditahan.

    Selain itu. polisi juga menyita sejumlah besar senjata api, termasuk 24 butir granat, dua senapan mesin, lebih dari 100 pucuk senjata genggam, ribuan butir peluru dan lebih dari 1.000 ton mariyuana, kokain dan heroin.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.