• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 17 Desember 2018

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    Masyarakat Diminta tidak Pilih Caleg Bermental Proyek
    ELSA | Minggu, 06 April 2014 | 23:39 WIB            #PEMILU

    Masyarakat
    Pemilu

     
    Ende, Flobamora.net - Masyarakat Kabupaten Ende khususnya para pemilih di Kecamatan Lepembusu- Kelisoke harus ekstra hati-hati dalam memilih wakilnya. Memilih bukan karena kedekatan emosional atau karena keluarga, apalagi memilih caleg yang bermental proyek. Karena saat ini sudah menjadi rahasia umum jika wakil rakyat dikonotasikan dengan proyek.

    Imbauan bernuansa penegasan ini disampaikan salah seorang tokoh pemuda Lepembusu - Kelisoke, Don Bosco Rega, Sabtu (5/4) malam, saat mengadakan pertemuan internal dengan Jejaring Pemuda Pemantau Pemilu Independen Kecamatan Lepembusu-Kelisoke.

    “Kita harus belajar dari pengalaman dan melihat relita yang terjadi sepanjang lima tahun sebelumnya ketika caleg yang kita pilih duduk di kursi kehormatan menjadi anggota DPRD. Banyak intervensi yang dilakukan oleh para anggota DPRD ketika membedah anggaran dan penentuan proyek. Bahkan sampai pada tingkat sangat teknis di lapangan, secara sembunyi-sembunyi bertindak sebagai pelaksana dengan menggunakan bendera kontraktor,” ujarnya.

    Dia mengajak anggotanya untuk selalu membangun komunikasi dengan penyelenggara dan pengawas Pemilu di Kecamatan dan Desa, terutama para pemilih agar lebih cerdas dan kritis dalam memilih wakilnya pada tanggal 9 April 2014.

    Dari data yang ada dan terkumpul saat ini, kata dia, sudah banyak warga masyarakat tahu, caleg siapa saja yang bermental proyek. Intervensi apa saja  yang mereka lakukan di hampir setiap setiap SKPD bahkan mereka mengambil peran dalam menentukan pemenang proyek. Padahal urusan itu sudah masuk dalam ranah eksekutif.

    “ Di mana-mana ada proyek para anggota DPRD yang nilainya dibawah Rp 100 juta atau Rp 100 juta lebih yang masuk dalam kategori pelaksanaannya tanpa tender atau penunjukan langsung," katanya.

    Bukan itu saja, lanjutnya lagi. Bantuan yang bernomenklatur hibah seperti yang ada pada Dinas Nakertrans juga dicaplok. Padahal bantuan hibah itu langsung kepada kelompok masyarakat berupa perangkat keras seperti alat-alat bengkel.

    “ Pengadaan peralatan bantuan itu anggota DPRD ambil alih dengan membeli atau memesan sendiri. Spesifikasi barangpun berbada jauh dengan yang dipersyaratkan dalam ketentuan. Padahal urusan pengadaannya ada pada pihak ketiga,” paparnya.

    Terhitung mulai hari Jumat (4/4)  para anggota jejaring pemantau Pemilu ini disebar ke seluruh wilayah Kabupaten Ende. Mereka bertugas secara sukarela memberi pencerahan akhir kepada masyarakat dari rumah ke rumah agar tidak memilih caleg bermental proyek. Mereka berbekalkan daftar nama dan foto fisual para caleg yang sebelumnya menjadi anggota DPRD dan selama ini berurusan dengan proyek.

    Pencerahan kepada generasi seperti ini, sudah dilakukan sebanyak lima kali dalam kurun waktu tiga bulan.Para pemuda ini akan memantau secara langsung pelaksanaan Pileg di setiap TPS dalam wilayah Kecamatan Lepembusu - Kelisoke dengan mengabadikan secara audio-visual dengan menggunakan HP berkamera untuk dijadikan bukti bila ditemukan adanya penyimpangan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.