• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 20 November 2018

     

     
    Home   »  Pemilu
     
    Masyarakat Pertahankan 2 TPS di Zona Merah
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 08 April 2014 | 23:57 WIB            #PEMILU

    Masyarakat
    Pemilu

     

    Maumere, Flobamora.net - Warga masyarakat yang berada di zona merah di Desa Nitunglea Kecamatan Talibura mempertahankan dua tempat pemungutan suara (TPS) di desa tersebut. Jika dipaksakan pindah ke tempat lain, maka warga masyarakat tersebut akan cenderung tidak memilih.

               

    Jurubicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka Feri Soge yang ditemui di ruang kerjanya Selasa (8/4) mengaku sudah mendapat informasi tentang kondisi yang terjadi di Desa Nitunglea.

     

    Pihaknya terus berkoordinasi dengan Camat Palue Feri Henriquez, sehingga persoalan ini tidak terjadi berlarut-larut mengingat pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 tinggal satu hari lagi.

               

    Feri Soge menuturkan selain berkoordinasi dengan Feri Henriquez dan Kepala Desa Nitunglea Markus Mego, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan KPU Provinsi NTT. Koordinasi ini mutlak dilakukan karena Nitunglea dan Rokirole adalah dua desa rawan bencana sebagai surat keputusan Bupati Sikka.

               

    Dari hasil koordinasi akhirnya diputuskan dua TPS Nitunglea yang sebelumnya akan digeser ke Kantor Kecamatan Palue, dikembalikan ke Desa Nitunglea. Sementara satu TPS yang rencananya dibangun di Koro untuk pengungsi dari wilayah Kabupaten Ende, digeser ke Ropa Kabupaten Ende. Sedangkan satu TPS lainnya untuk pengungsi di Kabupaten Sikka dibangun di Waturia Kecamatan Magepanda.

               

    Sementara untuk empat TPS Desa Rokirole, akhirnya juga berubah lagi. Sebelumnya KPU Sikka menggeser 4 TPS tersebut ke Desa Tuanggeo. Tapi sampai siang tadi diputuskan 4 TPS tersebut dikembalikan ke Desa Rokirole.

               

    Kepala Desa Nitunglea Markus Mego yang ditemui di Kantor KPU Sikka Selasa (8/4) menjelaskan bahwa warga masyarakat yang berada di zona merah tidak mau ikut pemilu jika harus memilih di Kantor Kecamatan Palue. Jarak yang jauh sekitar 3 kilometer dengan topografi yang menyulitkan membuat masyarakat tetap mempertahankan dibangun TPS di zona merah.

               

    “Kali lalu waktu Pilkada Sikka, yang di zona merah kan ada 2 TPS. Kenapa yang sekarang dipindahkan? Masyarakat tidak mau turun, terlalu jauh, harus jalan kaki ke sana, lalu medannya sulit sekali,” ungkap Markus Mego.

               

    Pergeseran lokasi TPS dari rencana semula yang dibuat oleh KPU Sikka, membuat Petrus Gande Ware, anggota DPRD Sikka marah.

     

    Dia mengecam tindakan KPU Sikka yang tidak menghormati SK Bupati Sikkka tentang daerah rawan bencana dan zona merah. Petrus Gande Ware menduga perpindahan lokasi ini sangat erat bermuatan politik.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.