• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 September 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Mesir Sortir Ulama
    ANA DEA | Jumat, 11 April 2014 | 11:18 WIB            #INTERNASIONAL

    Mesir
    Tentara Mesir - Reuters/Al Arabiya

     

    KAIRO - Pemerintah Mesir terus mengekang Ikhwanul Muslimin. Satu langkah baru di negara yang masih dikendalikan oleh pemerintah sementara dengan dukungan militer ini adalah menerapkan sistem lisensi negara untuk ulama dapat berkhotbah di masjid saat shalat Jumat.

    Pada Kamis (10/4/2014), Pemerintah Mesir menyatakan telah memberikan lisensi negara kepada 17.000 ulama. Langkah ini dilakukan untuk mencegah pengaruh Ikhwanul Muslimin berkembang di masjid-masjid.

    Kontrol ketat diterapkan atas masjid-masjid di Mesir sejak penggulingan Presiden Mesir Muhammad Mursi pada Juli 2013. Para ulama "berlisensi" mendapat pelatihan di Universitas Al Azhar, di bawah pengelolaan Kementerian Wakaf dan Agama.

    "Itu adalah untuk memperkuat pengawasan kementerian atas masjid di seluruh Mesir untuk mencegah masjid jatuh ke tangan ekstremis dan (orang-orang) yang tak punya kualifikasi," kata pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Mesir, Kamis.

    Pernyataan tersebut menyebutkan pula peningkatan kontrol pemerintah ini juga bertujuan mencegah pemanfaatan masjid untuk kepentingan partai dan sektarian.

    Pada September 2013, Kementerian Wakaf dan Agama sudah mengumumkan pelarangan ulama tak berlisensi memberikan khotbah di masjid. Untuk menutup kebutuhan khatib yang memenuhi syarat menurut kriteria pemerintah, kementerian ini pun melakukan perekrutan besar-besaran.

    Kebijakan tersebut telah berdampak terbitnya larangan bagi 12.000 ulama menjadi khatib di shalat Jumat. Pada September 2013, kementerian mengumumkan akan ada sekitar 55.000 ulama yang dilarang berkhotbah.

    Pemerintah Mesir telah menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi terlarang dan menyebut gerakan pembaruan tersebut sebagai organisasi teroris, menyusul penggulingan Mursi oleh militer di bawah pimpinan Jendral Abdel Fattah al-Sisi. Pemerintah mengabaikan bantahan Ikhwanul Muslimin atas tudingan keterlibatan dalam beragam aksi kekerasan di seantero Mesir sejak penggulingan Mursi.



     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.