• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Waspadai Kandungan Minyak Dalam Nasi Goreng
    ANA DEA | Sabtu, 12 April 2014 | 09:18 WIB            #GAYA HIDUP

    Waspadai
    Dok/Web: Ilustrasi

     
    Flobamora.net - Nasi goreng adalah menu andalan banyak orang. Makanan ini biasa dinikmati saat sarapan atau makan malam karena rasanya yang sedap dan gurih. Sayangnya, kandungan minyak di dalam nasi goreng termasuk tinggi sehingga konsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan asupan kalori.
     
    Dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi mengatakan, sering kali orang tidak menyadari tambahan minyak dalam makanan yang dikonsumsi. Padahal, makanan berminyak termasuk nasi goreng bisa mengandung kalori dua kali lipat daripada makanan yang sama dengan cara memasak yang berbeda.
     
    "Misalnya kerupuk, bahan dasarnya hanya mengandung 10 kalori, namun ketika kerupuk digoreng, minyak akan melekat dan menambah kalori sebanyak 9 kalori. Sehingga totalnya adalah 19 kalori, hampir dua kali lipatnya," ujar Inge dalam sebuah talkshow "Kampanye Sehat Nestle Indonesia: Zona Sehat Nestle" di Jakarta, Kamis (10/4/2014).
     
    Menurut Inge, kandungan minyak pada nasi goreng termasuk tinggi karena dimasak menggunakan minyak goreng atau mentega. Jika dipanaskan, kedua bahan tersebut akan berubah menjadi lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit, misalnya penyakit jantung dan stroke. Belum lagi risiko kegemukan.
     
    Inge menekankan, konsumsi minyak pada setiap kali makan tidak boleh lebih dari ukuran satu ibu jari. Jika sudah lebih dari itu maka dapat dikatakan makanan yang dimakan sudah mengandung lemak yang berlebihan.
     
    Lemak, lanjutnya, sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk mentah, misalnya tambahan minyak zaitun pada sambal atau salad. Konsumsi minyak dalam bentuk gorengan akan menambah asupan kalori yang seharusnya dapat diganti dengan pangan lain yang lebih bergizi, misalnya diganti dengan sayuran dan lauk yang mengandung protein.
     
    "Tetapi, tetap saja jika digoreng bersama dengan nasi goreng, kandungan minyaknya tetap tinggi," ujar dokter dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) ini.
     
    Karena itu, Inge menyarankan untuk membatasi konsumsi nasi goreng dan makanan yang digoreng lain. Sebaliknya, cara memasak makanan dapat diganti dengan yang lebih sehat, seperti dikukus, direbus, disangrai, atau ditumis dengan sedikit minyak.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.