• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 20 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Wow...! Masyarakat Desa Nggumbelaka Raup Penghasilan Rp 180 Juta Setahun
    ELSA | Sabtu, 12 April 2014 | 11:07 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Wow...!
    Tanaman Tomat

     

    Ende, Flobamora.net - Anda mungkin kurang yakin, jika petani tomat di Desa Nggumbelaka, Kecamatan Lepembusu, Kabupaten Ende dalam setahunnya bisa berpenghasilan Rp 108 juta. Penghasilan sebesar itu, diperoleh dari hasil penjualan tomat yang secara khusus saat ini menjadi tanaman primadona masyarakat setempat.

    "Meningkatnya pendapatan masyarakat Desa Nggumbelaka di kecamatan itu, mulai terlihat sejak tahun 2008. Pada tahun ini petani setempat mulai lakukan terobosan, memanfaatkan lahan yang ada dengan budi daya tanaman holtikultura," kata Kepala Desa Nggumbelaka, Don Bosco Rega Jumat (11/4) petang.

    Menurut dia, setelah mencoba tanaman kentang dan sayur-sayuran serta tomat, ternyata dengan kondisi tanah yang ada bisa menghasilkan. Walau usaha mereka tetapi tanpa ada modal yang cukup.

    Melihat hasil yang ada, lanjutnya, masyarakat mulai mengoptimalkan pemanfaatan lahan seluas 45 hektare (ha). 32,5 ha diantaranya digunakan untuk budi daya tanaman tomat. Sisanya untuk menanam cabe seluas 4 ha , sawi 2 ha,kol 2 ha dan 1,5 ha untuk tanaman kacang-kacangan.

    Usaha petani ini, demikian Rega semakin mendapat angin segar setelah masyarakat di desanya kebagian dana Anggur Merah dari Gubernur NTT.” Dana yang mereka erima itu semuanya diarahkan untuk budi daya tanaman holtikultura dan hasilnya luar bisa,” katanya dengan bangga.
    Secara umum, kata dia, petani di desanya bisa meraih penghasilan 108 juta pertahun. Ini, jelasnya hanya dari tanaman tomat. Belum kentang dan sayuran kol dan sawi.

    Dalam satu tahun, ungkap Don Bosco  Rega, warga yang menanam tomat bisa memanen sebanyak 3 kali dengan pola tanam berkesinambungan. Ini dimaksudkan agar panen tomat terus berkelanjutan dan tidak putus dalam setahun.

    Untuk seperempat hektare petani menanam 6.000 anakan dengan hasil panen 400 ember atau 12 kilo gram (kg). Rata-rata harga  per Rp 90.000. Untuk 1 kali panen para petani akan mendapatkan hasil 4.800 kg tomat. Dengan demikian bila dikonversikan, dalam sekali panen, petani Nggumbelaka akan mendapat hasil sebanyak Rp36 juta.

    "Jika setahun tiga kali panen, petani tomat Desa Nggumbelaka bisa menghasilkan 14.400 kg seniulai Rp 108 juta.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.