• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 September 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Para Miliarder Ini Pernah Hidup Miskin
    ANA DEA | Senin, 14 April 2014 | 10:08 WIB            #INTERNASIONAL

    Para
    George Soros - Adrin Shamsudin/Shutterstock.com

     
    Flobamora.net - Beberapa orang terkaya dunia memulai hidup mereka dari kehidupan yang miskin dan memprihatinkan. Beberapa kisah orang terkaya berikut menyadarkan kita bahwa usaha dan sedikit keberuntungan dapat membawa seseorang melewati hambatan dan menuju kesuksesan.

    CEO Starbucks Howard Schultz per September 2013 memiliki kekayaan tak kurang dari 2 miliar dollar AS. Tapi siapa sangka ia pernah melewatu hidup dengan tinggal di pemukiman untuk kaum miskin?

    Dalam sebuah wawancara, Schultz mengatakan, tumbuh dewasa selalu dirasakannya seperti berada di sisi lain dunia.

    "Saya tahu di sisi lain orang-orang memiliki lebih banyak uang dan keluarga yang lebih bahagia. Saya tak tahu mengapa, tapi saya ingin lompat dari pagar itu dan mencapai sesuatu yang orang lain pikir saya tak dapat capai. Sekarang saya mengenakan jas dan dasi, tapi saya tahu asal saya dan saya tahu bagaimana rasanya (menjadi miskin)," kata Schultz seperti dikutip dari Business Insider, Senin (14/4/2014).

    Sementara perancang dan pemilik lini mode Polo, Ralph Lauren, saat ini memiliki kekayaan setidaknya 7,7 miliar dollar AS. Ia pernah bekerja sebagai juru ketik di Brook Brothers, dimana ia berpikir tentang konsep desain dasi dengan warna yang lebih terang.

    Pada akhirnya, di tahun 1967 ia memutuskan membuat mimpinya menjadi kenyataan. Tahun itu ia menjual dasi dengan total nilai 500.000 dollar AS. Tahun berikutnya, ia memulai lini mode Polo.

    Sementara itu, investor kawakan George Soros, saat ini memiliki kekayaan setidaknya 20 miliar dollar AS. Ia selamat dari pendudukan Nazi di Hungaria. Pada tahun 1947 ia melarikan diri ke Inggris dan tinggal bersama kerabatnya.

    Ia berkuliah di London School of Economics sambil bekerja sebagai pelayan dan porter di stasiun kereta api. Setelah lulus, Soros bekerja di sebuah toko cinderamata sebelum mendapatkan pekerjaan sebagai bankir di New York.

    Pada tahun 1992, "taruhan" terbesarnya atas pound Inggris berhasil membuatnya meraup miliaran dollar AS.

    Memang ada orang-orang kaya yang telah lahir dengan kekayaan. Namun, tidak sedikit orang-orang terkaya dunia yang sempat mencicipi kehidupan yang tak mudah. Menarik untuk menyimak bagaimana usaha mereka mencapai apa yang mereka miliki saat ini.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.