• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 21 Juni 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Apa Kata Dokter Soal Obat Panas Dalam dan Sariawan?
    ANA DEA | Senin, 21 April 2014 | 13:40 WIB            #GAYA HIDUP

    Apa
    Ilustrasi

     

    Flobamora.net - Panas dalam adalah istilah sangat khas Indonesia. Kedokteran  moderen tidak mengenal istilah panas dalam, sama seperti tidak mengenal istilah masuk angin.  Kenyataannya, masyarakat Indonesia setiap saat mengalami gejala-gejala panas dalam.

    “Panas dalam itu unik.  Panas dalam adalah kumpulan gejala penyakit berupa sariawan, sakit tenggorokan, sulit buang air besar,” kata Dr. Abrijanto, Business Development Director PT Deltomed Laboratories.

    Kurang minum, kelelahan, pola makan salah adalah penyebab terjadinya panas dalam. “Makanan-makanan tertentu sering disebut menyebabkan panas dalam. Makanan itu disebut-sebut sebagai makanan panas.

    "Makanan ‘panas’itu menyebabkan pencernaan tak berjalan dengan baik. Alhasil, makanan tersebut tidak diserap tubuh dengan baik. Dampaknya, perut jadi terasa kembung dan mungkin juga terjadi sakit tenggorokan dan sariawan,” terang Dr. Drg. Harum Sasanti, SpPM, seorang dokter ahli penyakit mulut.

    Sariawan yang dalam kedokteran moderen disebut Stomatitis aphthosa recurrent (SAR) termasuk penyakit yang paling sering diderita masyarakat. “Penyakit ini dapat sering kambuh tetapi dalam sembuh sendiri,” kata Dr. Harum.

    Itu sebabnya, sejatinya tidak ada obat untuk menyembuhkan sariawan. “Pengobatan yang tersedia adalah obat untuk meringankan rasa sakit atau mempercepat proses penyembuhan. Tetapi pengobatan itu tidak menjamin sariawan itu tidak kambuh lagi,” tegasnya.

    Ia berpesan agar masyarakat berhati-hati memilih obat yang mengklaim bisa menyembuhkan sariawan. Bila salah pilih obat, alih-alih sembuh, sariawan malah menjadi kronis atau terhambat penyembuhannya.

    Agar sariawan tidak  kumat lagi, Dr. Harum menyarankan kita untuk menghindari faktor pemicu kekambuhan.

    “Pakailah sikat gigi yang lunak, jangan gonta-ganti pasta gigi kalau punya kecenderungan alergi, jaga kebersihan gigi mulut. Jangan lupa tingkatkan asupan gizi agar terhindar dari anemia. Anemia karena menstruasi membuat wanita rentan terkena sariawan setiap bulan,” ujarnya.

     


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.