• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 20 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Curah Hujan Tinggi Picu Longsoran pada Ruas Jalan Ende - Maumere
    ELSA | Selasa, 22 April 2014 | 21:10 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Curah
    Longsoran di Km 18 Ende - Maumere

     

    * Di KM 17 - Km 20

    Ende, Flobamora.net - Ruas jalan Ende - Maumere dalam beberapa bulan belakangan sering terjadi longsor. Tercatat ada tiga titik rawan longsor pada ruas jalan ini pada  Km 17 - Km 20. Tak pelak alur transportasi dari dan ke Kota Ende kerap lumpuh berjam-jam jika tidak segera ditangani.  

    Pengawas Proyek PT Agogo Ende, Darius yang ditemui akhir pekan lalu mengatakan, penyebab longsor di ketiga titik itu adalah tinggi curah hujan. Jika tidak hujan, tidak akan terjadi lomngsor.

    Menurutnya, selain hujan, yang menjadi pemicu terjadinya longsoran adalah tingkat kelabilan dan struktur tanah yang ada di kawasan rawan longsor serta tidak padatnya tanah dan bebatuan yang ada, ditambah hilangnya pepohoan utama yang sebelumnya berfungsi sebagai penyanggah tanah.

    “Bapak lihat sendiri.Semuanya sudah gersang. Di bukit itu sudah tidak ada lagi rumpun - rumpun  bambu yang selama ini biasanya menahan tanah jika terjadi hujan,  kata Darius sambil menunjuk ke arah tebing gersang.
     
    Pantauan Flobamora.net selama ini jika terjadi longsoran, sebelum peralatan berat milik pemerintah tiba di lokasi untuk melaksanakan penggusuran material, kontraktor PT.Agogo juga selalu siaga dengan peralatan beratnya. Kesiagaan ini hanya merupakan tanggung jawab moral walau proyek yang dikerjakan sudah selesai.

    Darius juga menuturkna,sering para pengguna jalan tidak memiliki rasa sabar, walau sudah diperingatkan agar tidak melewati area rawan longsor saat. Sayangnya, masih juga ada yang memaksakan diri untuk lewat dengan resiko bertarung nyawa.

    “ Kami sangat sesalkan itu, karena banyak orang yang dengan sengaja paksakan kehendaknya untuk lewat.Padahal kondisinya tidak memungkinkan.Sebab, resikonya adalah nyawa,” ujarnya.
     
    Dia mengisahkan, tahun lalu seorang mahasiswa Unflor Ende harus meregang nyawa karena mengabaikan peringatan pengawas ketika peralatan berat sedang bekerja. Dia tertimpa longsoran batu besar saat melewati area tersebut.

    Darius mengkhawatirkan, jika hujan dengan intensitas tinggi seperti sekarang ini terus saja berlangsung di area itu, tentunya sangat menankutkan.

    Pasalnya, material seperti batu dan tanah bisa longsor setiap saat yang sangat membahayakan pengguna jalan yang sedang melintasi area berbahaya tersebut.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.