• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bank NTT Perlu Tingkatkan Modal Dasar
    ALBERT R. | Kamis, 19 Desember 2013 | 13:13 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bank
    Kantor Pusat Bank NTT

     

    Kupang, Flobamora.net - Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT),Zainal Abidin Thayeb, meminta
    manajemen Bank NTT untuk segera mengajukan proposal kepada para pemegang sahan guna
    meningkatkan modal dasar dari Rp1 trilun menjadi Rp 2 atau Rp 3 triliun dan modal disetor
    dari Rp 578 miliar lebih pada tahun 2012 menjadi Rp 650 sampai Rp 700 miliar pada akhir
    tahun 2013 sampai 2014 mendatang.

    Pemintaan tersebut, disampaikan Zainal di Kupang, Kamis (19/12) sehubungan dengan kenaikan
    Bank Indonesia (BI) Rate dalam kondisi ekonomi yang bergejolak saat ini, dan tentunya akan
    berpengaruh pada laju pertumbuhan kredit perbankan.

    "Walau kenaikan BI Rate itu akan membuat kondisi perbankan menjadi lebih sehat, tetapi bagi
    Bank NTT akan menghadapi situasi sulit, karena mempunyai obligasi bank," katanya.

    Menurutnya, kenaikan BI Rate diproyeksi bakal diikuti kenaikan suku bunga. Sehingga bank-
    bank termasuk Bank NTT terpaksa harus mengerem ekspansi kreditnya. Padahal pendapatan dari
    kredit yang disalurkan bank kepada dunia usaha adalah sumber pendapatan yang utama bagi bank
    tersebut.

    Kata dia, pengajuan proposal kepada pemegang saham harus segera dilakukan karena pada Juli
    2011 lalu,bank milik pemerintah daerah NTT ini telah menerbitkan obligasi bank NTT senilai
    Rp 500 miliar.  

    Anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan, langkah antisipasi
    melalui pengajuan proposal kepada pemegang saham itu harus diambil karena pada umumnya bank-
    bank yang mempunyai hutang obligasi akan mengalami kesulitan likuiditas.

    Hal ini,lanjutnya, terjadi ketika bank harus melunasi hutang obligasinya pada saat jatuh
    tempo. Untuk itu, harus dibahas lebih serius dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank NTT
    mendatang.

    Dia mengemukakan, Bank NTT seharusnya tidak perlu membagikan 85 persen dari laba bersih
    dalam bentuk cash dividen (dividen tunai) kepada para pemegang saham. Bank NTT dapat
    menawarkan kepada pemegang saham untuk menerima dividen dalam bentuk cash sebesar 30 persen, sedangkan sisanya dibayar dalam bentuk stock dividen atau dividen dalam bentuk saham.

    "Tujuannya untuk menambah modal disetor setiap pemegang saham. Dengan demikian, manajemen
    Bank NTT akan mendapatkan tambahan modal disetor dari masing- masing pemegang saham
    sebanding dengan lembar saham yang dimilikii masing- masing pemegang saham," paparnya.***
    (Risky)


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.