• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 25 Mei 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Pemprov NTT akan Somasi PT Unilever Indonesia
    ALBERT R. | Rabu, 04 Desember 2013 | 15:57 WIB            #NASIONAL

    Pemprov
    dok/flobamora.net

     
    Kupang, Flobamora.net   - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengirim surat somasi kepada PT Unilever Indonesia melalui Brand sabun Lifebuoy terkait mengampanyekan program lima tahun bisa untuk NTT dan meminta kepada media TV Nasional yang telah menayangkan iklan itu segera dihentikan. Karena Iklan tersebut sudah mengekploitasi kemiskinan di NTT dan sangat merugikan masyarakat dan pemerintah provinsi NTT.

    “Tanpa sabun Lifebuoy, anak-anak NTT tidak bisa merayakan ulang tahun yang kelima. Iklan tersebut ditayang di Televisi Nasional kurang lebih dua bulan lamanya. Saya sebagai Gubernur  NTT merasa tersinggung. Karena tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan," kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya yang dihubungi di Kupang, Rabu (4/12).

    Menurutnya, kalau mau berbinis untuk kepentingan dunia usaha, janganlah mengekploitasi  kemiskinan di NTT.  Kalau ada ketulusan hati pihak lain untuk membantu NTT, dipersilahkan  saja dengan senang hati. Tetapi jangan mengeksploitir kemiskinan masyarakat di daerah ini  untuk kepentingan dunia usaha.

    “Saya sangat  kecewa, karena itu saya sudah minta pak Sekda NTT, Frans Salem untuk segera  mengirimkan surat somasi kepada perusahan tersebut,” tegasnya.

    Charles Lalung, Anggota Komisi D DPRD NTT yang membidangi kesehatan, mengatakan, Kasus  tersebut sudah diangkat dalam persidangan dengan meminta secara moral pihak perusahaan segera
    menghentikan iklan itu.

    ”Kami sudah meminta kepada pemerintah agar segera melakukan langkah-langkah untuk menanggapi secara serius terhadap iklan itu. Bila perlu pemerintah NTT melakukan proses hukum,”  tegasnya.

    Menurutnya, warga NTT terutama pemerintah dan DPRD NTT sangat tersinggung dengan tayangan  iklan di TV nasional tersebut. Masyarakat NTT dieksploitasi dengan menguntungkan perusahaan.

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Stef Bria Seran yang dikonfirmasi terkait hal itu  juga menegaskan, sebenarnya iklan itu harus mencerdaskan masyarakat NTT.

    “Kita segera panggil  pihak perusahaan untuk mempertanggung jawabkan iklan tersebut karena telah menyinggung  perasaan serta meresahkan masyarakat di NTT saat ini,” katanya.

    Sementara Sekda NTT, Frans Salem menegaskan, pemerintah provinsi NTT telah menyiapkan surat  somasi  kepada pihak perusahaan untuk segera menghentikan iklan itu.

    “Saya sudah dapat perintah dari Pak Gubernur untuk menyiapkan surat somasi itu. Suratnya  sudah siap dan tinggal ditandatangani Gubernur dan segera dikirim. Besok kita akan segera kirim surat tersebut kepada perusahaan serta manajemen TV  Nasional yang menayangkan iklan  tersebut agar segera dihentikan,” katanya.

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.