• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 23 September 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    MoU, Payung Hukum untuk Perjanjian Kerja Sama
    ALBERTO/ RISKY R | Rabu, 30 April 2014 | 14:48 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    MoU,
    Kadis Peternakan NTT, Thobias Uly

     
    Kupang, Flobamora - Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Thobias Uly mengatakan, nota kesepehaman bersama (MoU) yang ditandatangani antara Pemerintah DKI dengan pemerintah provinsi setempat tentang pengembangan ternak sapi di provinsi kepulauan itu merupakan payung hukum menjadi acuan perjanjian kerja sama.

    "Kerja sama ini bisa dilakukan antara BUMD yakni antara PD Pasar Jaya dengan PT Flobamor. Bisa juga antara PD Pasar Jaya dengan pihak swasta misalnya dengan PT Bumi Tirta atau juga antara PD Pasar Jaya dengan kelompok peternak," kata Uly di Kupang, Rabu (30/4).

    Menurutnya, rancangan kerja sama tersebut sudah kaji olehn Biro Ekonomi dan secepatnya ecepatnya direalisasikan. Dengan adanya momen ini, ada hal yang perlu kita perbaiki terutama PT flobamor, karena belum siap melakukan kerja sama dan akan dilakukan pembedanahan.

    "Kita berharap kerja sama tersebut secepatnya bisa direalisir dan ditindaklanjuti dengan aksi di lapangan yang saling menguntungkan," ujarnya .
       
    Dia menjelaskan, kerja sama antara kedua pemerintah difokuskan pada pengembangan pusat pembibitan sapi atau briding center. Karena itu, investasti senilai Rp 2 triliun bukan untuk membeli sapi.

    Artinya, jika di hulunya kita tidak perhatikan, akan habis sapi dari NTT kalau dibeli dengan dana sebesar itu. Sementara, pola briding yang akan dikembangkan dalam rangka meningkatkan populasi sapi.

    "Kerja sama lain yang disepakati adalah penggemukan. Ini yang sudah biasa dilakukan peternak di NTT. Dengan begitu kelompok peternak atau masyarakat akan dilibat dalam program penggemukan sapi," katanya.

    ke depan, tambahnya, khusus bidang pengolahan diarahkan untuk membangun pabrik pengolahan daging, sehingga yang dikirim ke luar NTT bukan sapi hidup tetapi daging segar atau daging beku.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.