• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 15 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Demo Minta Pemilu Ulang di Ende Ricuh
    LEX | Kamis, 01 Mei 2014 | 12:45 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Demo
    Demo di Panwaslu Kabupaten Ende

     
    Ende, Flobamora.net - Aksi unjuk rasa yang digelar Forum Peduli Pemilu Bersih (F2PB) Kabupaten Ende,Rabu (30/4) kemarin berakhir ricuh. Kericuhan terjadi saat massa melakukan aksi di kantor Panwaslu setempat.  

    Itu terjadi saat massa hendak merangsek masuk untuk menemui Ketua Panwaslu Kabupaten Ende Esterlina Sagajoka meminta berdialog. Berawal dari robohnya pagar tembok yang dilakukan massa,  memaksa polisi melakukan tindakan tegas mengamankan Kantor Panwaslu.

    Seperti yang disaksikan Flobamora.net, berawal ketika massa meminta untuk melakukan dialog dengan Panwaslu namun tidak ditanggapi oleh Ketua Panwaslu.Hal ini membuat pengunjuk rasa marah dan merobohkan pagar  tembok dan menimpa tiang bendera.Melihat hal ini Polisi langsung bertindak dan mengamankan massa yang merobohkan pagar itu.

    Polisi akhirnya mengamankan dua orang pengunjuk rasa untuk dimintai keterangan terkait aksi mereka yang merobohkan pagar tembok. Pengunjuk rasa pada akhirnya bisa dibubarkan paksa pihak Kepolsian Resort Ende dan dibantu aparat Brimobda Kompi B.
     
    Saat melakukan unjuk rasa, para pendemo menginginkan agar Panwas Kabupaten Ende bisa merekomendasi agar dilakukan Pemilu ulang di kabupaten Ende. Mereka menyatakan rekomendasi pemilu ulang di lima kecamatan sesuai dengan rekomendasi dari Bawaslu saat pleno di provinsi.

    “Kami menuntut agar Panwaslu Ende merekomendasi Pemilu ulang sepeti yang di rekomendasikan Bawaslu Provinsi NTT,” sebut Anwar Liga sambil menunjuk copian pemberitaan salah satu media yang menyatakan adanya Rekomendasi dari Bawaslu untuk pemilu ulang di lima kecamatan.

    Apalagi sebut Anwar yang juga wakil Ketua DPRD Ende mengatakan, KPU Ende bersedia untuk melakukan Pemilu jika ada rekomendasi dqri Panwaslu Ende.

    Sementara itu Haji Pua Saleh, Ketua DPC  Partai Demokrat Ende mengatakan lemahnya Panwaslu dalam memberikan pengawasan. Karena menurutnya ada indikasi panwas telah bermain mata dengan caleg tertentu.

    Sebelumnya Ketua Panwaslu Kabupaten Ende, Ester Sagajoka kepada para pengunjuk rasa menjelaskan , informasi bahwa Bawaslu Provinsi NTT telah mengeluarkan rekomendasi untuk pemilih ulang di Ende oleh salah satu media di Kupang tidak benar.

    Yang benar sebutnya,bukan pemilu ulang melainkan penelusuran kembali data pengguna hak pilih dan data Pemilih khusus tambahan yang menjadi perbedaan.

    “Pada saat itu langsung direkomendasikan agar KPU segera lakukan penelusuran dan KPU Kabupaten Ende sudah melakukan penelusuran pada saat itu.Hasil penelusuran KPU yang diawasi Panwaslu menemukan terjadi kesalahan pencatatan untuk DPKT oleh KPPS dan tidak berpengaruh terhadap perolehan suara caleg maupun partai,” tutur Ester.

    Sementara itu terkait dengan tuntutan dari para pengunjuk rasa yang meminta Pemilu ulang, kata dia, Panwaslu Kabupaten Ende tidak mempunyai wewenang. Hal ini karena pleno di tingkat PPS, PPK dan kabupaten serta propinsi sudah berjalan dengan aman, sudah di ketuk palu dan tidak ada keberatan dari saksi saat itu dari partai politik.

    Aksi yang dimulai sektiar pukul 09.00 berakhir pukul 16.00 Wita dan dibubarkan pihak keaman karena menjurus ke tindakan anarkis.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.