• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    KPK : Penetapan Tersangka Terhadap HP Bukan Karena Tekanan Asing
    ALBERTO | Senin, 05 Mei 2014 | 15:52 WIB            #NASIONAL

    KPK
    Juru Bicara KPK, Johan Budi

     
    Kupang, Flobamora.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah jika penetapan mantan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo (HP) karena tekanan dari pihak manapun karena kasus yang melibatkan HP sudah lama diselidiki KPK.

    Bantahan tersebut disampaikan juru bicara KPK, Johan Budi saat dihubungi di Kupang, Senin (5/5).

    Menurutnya, kasus yang diselidiki KPK itu tidak ada kaitannya dengan jabatan HP selaku Ketua BPK tetapi ketika yang bersangkutan selaku Dirjen Pajak Tahun 2013 lalu.  

    Dia juga membantah jika penetapan mantan Ketua BPK Hadi Poernomo sebagai tersangka kasus keringanan pajak BCA,dikaitkan dengan kunjungan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia yang baru Robert Blake, yang menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi sepuluh hari sebelum Hadi Poernomo ditetapkan jadi tersangka oleh komisi antirasuah itu.

    "Tidak ada itu. Kunjungan Dubes Amerika Serikat ke KPK adalah dalam rangka memperkenalkan dirinya sebagai Dubes baru. Lagi pula kunjungan serupa juga bukan hanya ke KPK tetapi ke institusi lainnya," ujarnya.    .
     
    Disinggung soal terungkap masalah itu dari bocornya kawat diplomatik yang diunggah situs wikileaks.org, seperti dikutip Aktual.co, Minggu (4/5), Johan Budi  mengatakan, Ketua KPK, Abraham Samad tidak pernah tahu apa hubungannya dengan Wikileaks.org, bahkan membacanya pun saja tidak.

    Dia menandaskan, semua dugaan tentang penetapan HP sebagai tersangka oleh KPK tidak benar. KPK bekerja sesuai aturan bukan karena tekanan atau intervesi pihak manapun apalagi pihak asing.

    "Sekali lagi saya tekankan semua dugaan atau isu apapun yang berkembang marak saat ini tidak benar," paparnya.

    Belakangan ini beredar kabar, Mantan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo sejak tahun 2006 memang telah dibidik Amerika. Hal ini terungkap dari bocornya kawat diplomatik yang diunggah situs wikileaks.org.

    Dokumen 4 halaman itu mengungkap laporan intelijen Amerika Serikat yang dibuat pada tanggal 29 April 2006 oleh Penasehat Ekonomi Amerika William A. Heidt. Laporan itu dikirim dari kantor kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia 8 hari setelah Hadi dicopot oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sebagai Dirjen Pajak.

    Selain dikirimkan ke White House, laporan dengan kode 06JAKARTA5420_a itu juga dikirimkan ke kedutaan besar Amerika di Australia, Central Intelligence Agency (CIA), Kedutaan Besar Amerika di China, Jepang, Korea Selatan dan sejumlah departemen terkait. Setidaknya ada 14 poin yang dimuat dalam laporan itu.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.