• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Aburizal Merapat ke Prabowo, Jokowi `Baik-baik Saja`
    ANA DEA | Selasa, 06 Mei 2014 | 09:27 WIB            #NASIONAL

    Aburizal
    Joko Widodo, Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie (kiri-kanan). TRIBUNNEWS/HERUDIN, KOMPAS/WAWAN H PRABOWO

     
    Jakarta - Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo menanggapi positif semakin "mesranya" hubungan Partai Golkar dan Partai Gerindra. Pada Senin (5/5/2014) kemarin, bakal capres dari Partai Golkar Aburizal Bakrie menyambagi kediaman bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto. Aburizal alias Ical menyatakan siap menjadi bakal cawapres Prabowo. 

    "Baguslah, bagus. Saya menghargai segala keputusan yang ada. Saya baik-baik saja," ujar Jokowi, di Restoran Kunstkring Paleis, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (5/5/2014) malam.

    Jokowi tidak menganggap koalisi tersebut merupakan upaya untuk menjegal pencalonan dirinya sebagai presiden. Menurut Jokowi, masyarakat akan tetap memilih dirinya dalam pemilihan presiden pada 9 Juli 2014 mendatang.

    "Saya percaya masyarakat sudah ngerti, sudah cerdas. Itu saja yang kita peganglah," lanjut Jokowi.

    Jika terpilih menjadi presiden, Jokowi mengaku tidak khawatir terhadap koalisi Golkar dan Gerindra di parlemen. Berkaca pada dua masa kepemimpinannya, yakni di Surakarta dan di DKI Jakarta, partai pengusungnya tidak selalu dominan.

    "Di Solo kami dikepung 38 persen partai besar. Enggak pernah divoting. Di Jakarta sekarang juga 11 persen belum divoting juga. Ini tergantung pemerintahnya sebenarnya," terang Jokowi.

    Jokowi mengatakan bahwa 'koalisi gemuk' bukan manuver yang efektif dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, koalisi pemerintahan SBY yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) tak jarang menimbulkan pergolakan di anggota koalisi.

    "Yang gede-gede, Setgab misalnya, juga kadang-kadang malah menyandera kan, membebani juga kan," lanjut Jokowi.

    Oleh sebab itu, kerja sama yang baik, kata dia, bukanlah soal persentase suara yang kemudian diformulasikan ke dalam jumlah kursi menteri. Melainkan kerja sama yang berkomitmen untuk menyelesaikan sejumlah persoalan bangsa, tanpa bagi-bagi kursi.

    Sebelumnya, pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie bahwa ia siap menjadi bakal calon wakil presiden bagi bakal calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi sinyalemen kuat kemungkinan keduanya berpasangan dalam Pemilihan Presiden 2014.

    Pada Senin (5/5/2014) kemarin, Ical melakukan pertemuan dengan Prabowo di rumah pribadi Prabowo di Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Ical didampingi sejumlah petinggi Golkar, di antaranya, Idrus Marham, Setya Novanto, dan Ade Komarudin. 

    Seusai pertemuan, Ical menyatakan bahwa dia tidak keberatan jika maju sebagai bakal calon wakil presiden, mendampingi Prabowo. Menurut Ical, jabatan presiden atau wakil presiden hanya instrumen yang tak perlu diributkan.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.