• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 21 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Polisi Bidik Dugaan Korupsi di KPU NTT
    CHE | Rabu, 07 Mei 2014 | 12:00 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Polisi

     
    Kupang, Flobamora.net - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini tengah membidik dan sedang mendalami dugaan korupsi di KPU setempat terkait oengadan Formulir C dan D untuk Pemilu Legislatif.

    Kapolda NTT, Birgjen Polisi Untung Yoga Ana kepada wartawan di Kupang, Rabu (7/5) mengatakan, tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus terus mendalami kasus dugaan korupsi tersebut.

    "Kasus dugaan korupsi itu pada pengadaan formulir C dan D Pemilu Legislatif untuk DPRD NTT tahun anggaran 2013 senilai Rp 1.671.450.975, dan pengadaan perlengkapan peserta gerak jalan sehat menuju Pemilu jujur dan adil tahun anggaran 2014 senilai Rp 249 juta," jelasnya.

    Menurutnya, penyelidikan kasus pengadaan formulir C dan D Pemilu Legislatif DPRD NTT tahun anggaran 2013 di KPU NTT dilakukan untuk mengungkap ada dan tidaknya dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan formulir tersebut.

    Dia mengtakan, tim penyidik sudah memanggil beberapa pihak untuk diambil keterangannya terkait pengadaan formulir C dan D. Beberapa pihak yang diperiksa, yakni panitia pengadaan, panitia pemeriksa barang, pejabat pembuat komitmen, kontraktor pelaksana dan bendahara pengeluaran.

    Tentang dugaan pelanggarannya, dia menuturkanb, tim mendapat informasi adanya kekurangan penerimaan formulir C dan D untuk pileg DPRD NTT di hampir semua KPU kabupaten/kota di NTT.

    "Padahal semestinya formulir itu tidak boleh kurang karena sudah dianggarkan pengadaannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," paparnya.

    Tidak hanya itu,lanjutnya, tim mendapat informasi kualitas dan kuantitas kertas formulir tidak sesuai dengan spesifikasi.

    Untuk membuktikan kebenaran informasi tersebut, sebutnya, tim menyelidiki dengan memanggil dan mengumpulkan berbagai bahan terkait pengadaan formulir C dan D.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.