• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Obat Kuat Boleh Diminum Tiap Hari, asal...
    ANA DEA | Rabu, 07 Mei 2014 | 12:02 WIB            #GAYA HIDUP

    Obat
    Ilustrasi

     

    Jakarta - Obat disfungsi ereksi atau yang dikenal juga dengan istilah obat kuat sering dijadikan andalan para pria untuk menunjukkan "kejantanan" di tempat tidur. Obat kuat ada yang bekerja dengan meningkatkan libido hingga membantu ereksi lebih kencang.

    Obat-obatan disfungsi ereksi diketahui bersifat stimulan yang berdampak bagi kerja jantung. Lantas, amankah obat ini dikonsumsi setiap hari?

     

    Menurut konselor seks sekaligus dokter spesialis kejiwaan Naek L Tobing, obat disfungsi ereksi sebenarnya memiliki efek samping yang relatif kecil sehingga aman dikonsumsi secara rutin. Bahkan efek samping untuk ginjal yang biasanya meningkat untuk konsumsi obat-obatan jangka panjang pun kecil.

     

    "Namun, ada juga kondisi yang membuat obat disfungsi ereksi atau obat yang bersifat erektogenesis berisiko tinggi untuk dikonsumsi," ujarnya, Selasa (6/5/2014).

     

    Kondisi yang dimaksud Naek, antara lain, jika obat tersebut dikonsumsi bersamaan dengan obat penyakit jantung atau anti-angina. Ini karena keduanya memiliki efek yang hampir sama, yaitu melebarkan pembuluh darah.

     

    Ia menjelaskan, jika pembuluh darah terbuka terlalu lebar, tekanan darah akan menurun. Jantung pun akhirnya bekerja lebih keras untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Namun, jika jantung sudah dalam kondisi sakit, kerja yang terlalu berat bisa berakibat fatal.

     

    "Minum obat erektogenik dengan obat anti-angina juga bisa menimbulkan gejala lain seperti sesak napas," kata dokter yang mendapat gelar dari University of Minnesota, Amerika Serikat, ini.

     

    Selain perlu memperhatikan kondisi yang menjadi kontraindikasi obat, Naek juga menegaskan supaya obat disfungsi ereksi dikonsumsi sesuai dengan aturan. Artinya, dosisnya pun tidak berlebihan. Pasalnya, stimulan yang terdapat dalam obat akan menyebabkan ketegangan pada jantung.

     

    Apalagi jika obat disfungsi ereksi yang digunakan adalah obat palsu yang tidak jelas komposisinya. Stimulan yang terdapat di sana mungkin berkali-kali lipat lebih tinggi dari batas aman sehingga berisiko merusak sistem tubuh.

     

    Obat disfungsi ereksi sejatinya bekerja dengan melebarkan pembuluh darah pada penis sehingga aliran darah menuju organ itu menjadi lebih lancar. Karenanya, ereksi pada penis pun dapat berlangsung dengan lebih baik.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.