• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 14 Desember 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Guru Bantu Pusat di Ende Pertanyakan Nasib Mereka
    LEX | Jumat, 16 Mei 2014 | 20:34 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Guru
    Guru Bantu Pusat Yang Hendak Menemui Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu

     

    Ende, Flobamora.net - Sebanyak 29 guru bantu pusat yang mengabdi di Kabupaten Ende mempertanyakan nasib mereka karena hingga hari  ini belum juga diangkat menjadi CPNS. Padahal, mereka sudah mengabdi puluhan tahun di sejumlah sekolah.

     

    Hal tersebut disampaikan Adrianus Oda, salah seorang guru yang datang hendak bertemu Bupati Ende, Marselinus YW Petu  bersama beberapa guru bantu pusat lainnya.

     

    Adrinaus mengatakan, mereka merasa dianaktirikan pemerintah daerah karena sudah bekerja dan mengabdi puluhan tahun, namun hingga sekarang nasib mereka untuk diangkat menjadi CPNS di kabupaten Ende tidak pernah terwujud.

     

    Dia menuturkan, kehadiran mereka serasa diombang-ambing karena ketika mengikuti semua persyaratan untuk menjadi tenaga honorer K1 semua kelengkapan dan adminsitrasi sudah lengkap, tetapi dalam perjalanan tidak diakomodir meski segala persyaratan sudah diverifikasi dan divalidasi,  dan dinyatakan lengkap untuk diajukan.

     

    “Kami merasa terombang-ambing dan dipermainkan. Karena ketika telah masuk menjadi tenaga honor K1 maka segala persyaratan sudah kami masukan. Namun ketika diumumkan pada 29 September 2012, nama kami yang 30 orang tidak masuk di dalamnya. Tidak tahu apa alasannya,” tuturnya.

     

    Malah, tambahnya lagi, pada tanggal 28 November 2012 muncul nama baru yang menggantikan mereka  sebanyak 60 orang.

     

    Dia menyebutkan, saat dilakukan verifikasi dan validasi K1  mereka  lolos, sementara muncul yang 60 orang tanpa melalui verifikasi dan validasi dan mereka masuk di dalam K1. Karena itu mereka mempertanyakan mengapa 60 orang itu tiba-tiba masuk dalam K1.

     

    Sementara itu, guru bantu pusat lainnya Petrus Mai membenarkan jika  nasib mereka yang diombang-ambingkan. Meka malah tidak mengetahui diakomodir sebagai tenaga honor K1 ataupun K2 untuk mengikuti proses  tes CPNSD.

     

    Dia mengatakan, kedatangan mereka bertemu Bupati Ende  untuk mempertanyakan sejauh mana penanganan terhadap permasalahan tersebut, karena hal ini sudah pernah disampaikan dan ditangani  pada masa bupati sebelumnya.

     

    “Kami berharap bupati yang baru bisa memperjuangkan nasib kami. Apalagi kami sudah lolos verifikasi K1 namun tidak diakomodir, tanpa ada alasan yang jelas,kata Petrus.

     

    Dia  tetap berharap 29 guru bantu pusat ini bisa diakomodir  karena persyaratan sebagai tenaga K1 semua terpenuhi apalagi TMT mereka semuanya per 1 Januari 2005 dan semua dokumen sesuai hasil verifikasi dan validasi dinyatakan  lengkap.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.