• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 21 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Prabowo-Hatta Janji Tingkatkan Pendapatan hingga Rp 60 Juta
    ANA DEA | Rabu, 21 Mei 2014 | 12:15 WIB            #NASIONAL

    Prabowo-Hatta
    Bakal capres Prabowo Subianto (kiri) dan bakal cawapres Hatta Rajasa, saat acara deklarasi pencapresan mereka di Jakarta Timur, Senin (19/5/2014). Prabowo dan Hatta yang diusung enam partai, yaitu Gerindra, PAN, PKS, PPP, Golkar, dan PBB ini akan mendaftarkan diri ke KPU pada Selasa, esok hari. TRIBUNNEWS/HERUDIN

     

    JAKARTA - Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bertekad untuk  meningkatkan pendapatan per kapita penduduk Indonesia, dari Rp 35 juta menjadi minimal Rp 60 juta. Hal ini sebagai upaya untuk  membangun perekonomian yang kuat, berdaulat, adil dan makmur, sebagai pelaksanaan agenda dan program nyata untuk menyelamatkan Indonesia.

    Demikian salah satu penjabaran Visi Misi pasangan calon presiden-wakil presiden yang diusung Gerindra dan 5 parpol lainnya itu, seperti dikutip dari situs resmi KPU.

    Berikut poin lengkap terkait membangun perekonomian yang kuat, berdaulat, adil dan makmur.

    1. Meningkatkan pendapatan per kapita penduduk dari Rp 35 juta menjadi minimal Rp 60 juta dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen per tahun menuju pertumbuhan di atas 10 persen, dengan strategi pertumbuhan ekonomi tinggi berkualitas melalui peningkatan pertumbuhan melalui sektor produksi sehingga dicapai keseimbangan optimal dengan pertumbuhan yang dipicu konsumsi.

    2. Meningkatkan pemerataan dan kualitas pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi jurang antara si miskin dan si kaya (menurunkan Indeks Gini dari 0,41  menjadi 0,31), dan meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia) dari sekitar 75 menjadi 85.

    3. Meningkatkan daya serap angkatan kerja menuju 2 juta lapangan kerja per tahun melalui perbaikan regulasi dan infrastruktur untuk industri pengolahan yang padat karya (tekstil, sepatu & alas kaki, elektronik, dan lainnya), dan pembukaan lahan pertanian baru, dan menjadikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian bangsa sebagai lokomotif dan ujung tombak kebangkitan dan kedaulatan ekonomi.


    4. Membangun Industri pengolahan untuk mengausai nilai tambah bagi perekonmian nasional.


    5. Membangun dan mengembangkan industri nasional.


    6. Mengambil kebijakan proaktif dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, melalui pengurangan risiko instabilitas dari internal maupun eksternal sektor keuangan.


    7. Membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keuangan yang terintegrasi dengan pariwisata, properti, pendidikan, industri kreatif, jasa-jasa, dan ritel komersial. Investasi pemerintah dianggarkan sekitar 2,25 miliar-3 miliar dollar AS selama 7 tahun.


    8. Menyelenggarakan APBN yang Pro Rakyat. Dari sisi penerimaan, meningkatkan penerimaan negara dari pajak dari sekitar 12 persen hingga 16 persen rasio PDB dengan melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak dan perbaikan sistem perpajakan yagn lebih adil, serta menekan pemborosan dan inefisiensi pengeluaran anggaran.


    9. Dari sisi belanja negara, menajdikan belanja negara bukan sekedar sebagai sumber pertumbuhan, tapi juga sebagai alat pemerataan.


    10. Dari sisi pembiayaan:
    a. Menurunkan defisit anggaran secara bertahap menjadi 1 persen dari PDB mulai 2017, dimana defisit difokuskan untuk pembiayaan infrastruktur.


    b. Mengurangi pinjaman luar negeri baru oleh pemerintah, baik multilateral maupun bilateral, dengan target menjadi nol pada 2019.


    c. Mengelola utang pemerintah dengan cermat dan bijak, serta memanfaatkan dengan efisien dan efektif.


    d. Mengembangkan inovasi produk keuangan dari negara yang terintegrasi dengan inovasi pajak, khususnya dalam bentuk obligasi infrastruktur.


    e. mengembangkan skema pembiayaan infrastruktur sosial seperti air bersih dan rumah sakit, antara lain berdasarkan PPP/private Finance Initiative (PFI) dengan catatat cost of money nya hanya sedikit di atas kupun surat berharga negara.


    11. Memperbaiki daya saing dunia usaha dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN dan persaingan global.


    12. Menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan perbankan/keuangan syariah dan industri kreatif muslimah dunia, serta membangun Kampung Kreativitas bagi pelaku industri kreatif di berbagai kota/kabupaten yang potensial.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.