• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Tewas Dibunuh karena Perkawinan Tidak Direstui
    ANA DEA | Rabu, 28 Mei 2014 | 13:34 WIB            #INTERNASIONAL

    Tewas
    Polisi mengumpulkan keterangan di tempat tewasnya Farzana Bibi. Reuters

     
    LAHORE — Seorang perempuan Pakistan tewas dibunuh oleh keluarganya sendiri di luar gedung Pengadilan Tinggi Lahore karena menikah tidak sesuai dengan keinginan keluarga.

    Polisi mengatakan, Farzana Bibi, yang berusia 30 tahun, tewas di tempat setelah diserang dengan batu bata dan tongkat.

    Ayahnya sudah menyerahkan diri, tetapi saudara-saudara prianya dan mantan tunangannya, yang juga ikut serta dalam serangan tersebut, masih tetap bebas.

    Para wartawan mengatakan, ratusan anak perempuan dan perempuan dewasa di Pakistan dibunuh setiap tahunnya oleh anggota keluarga sendiri. Namun, banyak pembunuhan yang tidak dilaporkan.

    Orangtua Bibi menuduh suaminya, Muhammad Iqbal, menculiknya dan sudah mengadukan suami Bibi ke pengadilan.

    Persetujuan keluarga

    Namun, Bibi memberikan kesaksian kepada polisi bahwa dia menikah dengan suaminya sesuai dengan keingingan sendiri. Polisi mengatakan, mereka sudah bertunangan selama beberapa tahun.

    Saat tiba di gedung pengadilan untuk sidang, belasan anggota keluarganya menarik Bibi dan memukulinya dan suaminya. Namun, suaminya itu berhasil melarikan diri.

    Perwira polisi, Umer Cheema, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa semua anggota keluarga yang terlibat melarikan diri setelah menyerang perempuan malang itu.  Hanya ayahnya yang menyerahkan diri dan mengaku terlibat dalam pembunuhan Bibi.

    Wartawan BBC, Shumaila Jaffery, mengatakan, perkawinan yang tidak mendapat restu keluarga secara budaya masih belum bisa diterima di beberapa wilayah Pakistan. Berdasarkan undang-undang Pakistan, keluarga korban diizinkan untuk mengampuni pembunuh. Namun, dalam banyak kasus, anggota keluarga ikut bertanggung jawab dalam pembunuhan.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.