• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    BWS Nusa Tenggara II Bangun 66 Sumur Bor di Kabupaten Kupang
    ALBERTO | Kamis, 29 Mei 2014 | 16:36 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    BWS
    Kepala BWS Nusa Tenggara II, Charisal A.Manu bersama Staf Ahli Menteris PU, Mudjiadi Saat Meninjau Sumur Bor di Desa Manusak, Kabupaten Kupang

     

    Kupang, Flobamora.net - Hingga  Tahun 2014, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II sudah membangun sekitar 66 buah sumur bor di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) guna mengatasi kekurangan air baik untuk irigasi maupun air bersih.

    Kepala BWS Nusa Tenggara II, Charisal A.Manu kepada wartawan di sela-sela peninjauan pemanfaatan sumur bor di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kamis (29/5) mengatakan, pemanfaatan sumur itu antara lain irigasi sebanyak 57 titik dan air baku 35 titik.

    “Pembangunan sumur bor tersebut bertujuan untuk menjamin kesinambungan peningkatan produksi pangan ditengah minimnya ketersediaan air yang memadai,” katanya.

    Dia menjelaskan, wilayah Kabupaten Kupang seluas 542.397 hektare tercatat 18.787 hektare atau 3,48 persen merupakan tanah sawah dan sisanya adalah lahan kering. Sementara, tanah sawah yang berpengairan ataupun tidak dan sebagiannya tanah kering merupakan potensi produksi tanaman padi, palawija, holtikultura dan sayur-sayura serta buah-buahan.

    Menurutnya, manfaat dari adanya Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) ini sangat terasa pada saat kekeringan, dimana masyarakat tidak mengalami kendala dalam upaya memenuhi kebutuhan air untuk pengairan dan air bersih.

    “Kekeringan yang berdampak pada gagal panen di Kabupaten Kupang diakibatkan oleh berkurangnya potensi air permukaan sehingga satu-satunya harapan adalah menafaatkan potensi air tanah,” ujarnya.

    Kondisi wilayah Kabupaten Kupang, katanya, yang relatif kering dan minimnya sarana irigasi air permukaan, mengharuskan dilakukan upaya pemanfaatan potensi air tanah pada daerah-daerah yang memiliki potensi air tanah untuk meningkatkan produktifitas pertanian dan ketahanan pangan.

    Kekurangan air bersih di pedesaan di Kabupaten Kupang, tambahnya, merupakan salah satu penyebab rendahnya kesejahteraan masyarakat pedesaan.

    “Untuk itu, Pengembangan Air Tanah NTT mengupayakan pemanfaatan potensi air tanah guna memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat kabupaten Kupang,” paparnya.***       


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.