• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pansus Honorer K 2 Kota Kupang Temukan Persoalan Serius
    DEWA HAYON | Senin, 09 Juni 2014 | 23:39 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pansus
    DPRD Kota Kupang

     

    Kupang, Flobamora.net - Panitia Khusus (Pansus ) soal proses verifikasi usulan dan pengangkatan tenaga honorer kategori dua (K2) di Kota Kupang menemukan persoalan serius sehubungan dengan masalah yang masih menjadi polemik itu.

     

    Ketua Pansus K 2 DPRD Kota Kupang, Irianus Rohi mengatakan, hasil penelusuran soal tenaga honorer K2 yang bermasalah, Pansus  bersama para pemerintah dan dihadiri juga para kepala sekolah  dari tingkat TK dan SD , mendapat beberapa pengakuan yakni dari Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Pembina, sebanyak 92 usulan Guru honorer dari satu-satunya  TK Negeri yang berada di Kota Kupang.

     

    Irianus Rohi kepada wartawan di Kupang, Senin (9/6) mengatakan, hasil penelusuran soal tenaga honorer K2 yang bermasalah, Pansus bersama para Pemerintah yang juga dihadiri para kepala sekolah  dari tingkat TK dan SD , mendapat pengakuan dari Kepala Sekolah TK Pembina,  menandatangani sebanyak 92 usulan guru honorer dari satu-satunya  TK Negeri di Kota Kupang.

     

    "Kepala Sekolah TK. Pembina, Talenalain. B Muskanan- Folah, telah mengaku bahwa dirinya menandatangani sebanyak 92 berkas dari tenaga honorer guru yang masuk dalam K2 untuk disertakan dalam test masuk PNS akhir tahun lalu," kata Irianus.

     

    Dia menuturkan, masih berdasarkan pengakuan Kepala Sekolah TK Pembina, dari 92 orang guru dan tenaga teknis pada TK tersebut, terdapat 68 orang honorer yang dinyatakan lulus masuk PNS . Namun kemungkinan 68 orang tersebut bisa dinyatakan tidak lulus.

     

    Menurutnya, permasalahan yang sebenarnya terjadi adalah, soal banyaknnya tenaga honorer yang diusulkan sekolah tersebut. sekolah TK. Pembina merupakan taman kanak-kanak dengan kapasitas yang sangat kecil.

     

    Realitasnya, paparnya, setiap tahun ajaran, TK tersebut hanya menerima 20 murid saja. Tetapi anehnya guru-guru honor  yang mengajar pada sekolah tersebut, kenapa begitu banyak.

     

    "Kalau guru honor saja berjumlah 92 orang ditambah dengan guru PNS yang ada, maka satu orang murid di sekolah itu dibimbing lima orang guru," katanya.

     

    Dia menjelaskan, kepala sekolah juga mengakui, banyaknya berkas yang ditandatangani merupakan suruhan dari BKD sehingga dirinya manut dan tandatangan saja. Dia juga tidak mengetahui adanya edaran dari Kemenpan soal kriteria untuk mengusulkan tenaga honor masuk dalam K2.

     

    Disinggung apakah kepala sekolah tersebut bisa terkena sanksi administrasi dan sanksi pidana. seperti yang diamanatkan dalam edaran Kemenpan, Irianus mengatakan kepala sekolah TK Pembina bisa saja terkena sanksi, karena jelas-jelas menandatangani dokumen yang tidak sah.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.