• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    225 Pasutri di Kota Kupang Ikut Nikah Massal
    DEWA HAYON | Kamis, 19 Juni 2014 | 23:05 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    225
    Nikah Massal (Foto : Dokumen)

     

    Kupang, Flobamora.net - Sebanyak 225  pasangan suami istri (Pasutri) mengikuti nikah massal yang diselenggarakan Pemerintah Kota Kupang, Kamis (19/6).

     

    Sekertaris Daerah (Sekda )Kota Kupang,Bernadus Benu dalam sambutanya pada acara nikah missal yang pelaksanaan pemberkatan nikahnya di Gereja  Sta.Maria Asumpta mengatakan, di kota ini masih banyak pasangan yang terpaksa harus hidup bersama tanpa ikatan pernikahan yang sah.

     

    Menurutnya, akibat berbagai kandala seperti aspek budaya dan ekonomi ,Pemerintah Kota Kupang terus melaksanakan program nikah missal yang berlangsung sejak 2003.

     

    “Sejak tahun 2003 sejak program ini digulirkan jumlah pasangan yang telah dikukuhkan hingga saat berjumlah 3.839 pasutri,” katanya.

     

    Dia berharap,program nikah msssal ini akan menjadi suatu gerakan moril yang mampu menggugah kesadaran mayarakat untuk secara perlahan mengikis tradisi seremonial pernikahan yang cenderung menimbulkan ekonomi biaya tinggi.

     

    Selain itu , lanjutnya, program ini merupakan salah satu langkah nyata dilakukan oleh  Pemerintah Kota Kupang untuk menciptakan, dan menempatkan kembali keteraturan  hidup masyarakat seturut tata nilai, norma dan kaidah yang sudah merupakan kesepakatan dan konsensus bersama.

     

    Dia menuturkan, dalam mendukung pelaksanaan program ini tentunya tidak semata dilakukan pemerintah sendiri tetapi  dibutuhkan peran semua pihak guna menumbuhkan kesadaran dan pemahaman masyarakat,  bahwa hidup bersama di luar ikatan pernikahan yang sah merupakan  suatu hal yang keliru dan bertantangan dengan etos kultural dan nilai –nilai spiritual.

     

    “Dukungan moril dari semua pihak sangat mengaharapkan untuk  bisa bersama-sama  menumbuhkan kesadaran masyarakat,karena ada pasangan yang hidup bersama  di luar ikatan nikah yang sah ,maka tentunya tidak dibenarkan dari aspek hukum,agama maupun menurut ketentuan perundangan yang berlaku di negara ini,” katanya.

     

    Kegiatan nikah massal itu, tambahnya, bertujuan untuk membantu masyarakatatau keluarga yang sudah hidup bersama sebagai suami-istri namun belum sah secara hukum agama dan hukum negara.

     

    Pada acara nikah masal di Gereja Sta. Maria Asumpta   itu dilakukan penyerahan secara simbolis akte nikah kepada pasutri yang mengikuti porogram tersebut. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.