• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 25 Mei 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Imbas Penutupan Doly, Kota Kupang Siaga HIV/AIDS
    DEWA HAYON | Senin, 23 Juni 2014 | 15:51 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Imbas
    Wakil Walikota Kupang, dr.Hermanus Man

     

    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah  Kota Kupang saat ini tengah siaga dan mengantisipasi penyebaran penyakit menular seks dan HIV/AIDS, sebagai imbas penutupan lokalisasi Doly di Surabaya.

     

    “Hingga April 2014 kasus HIV/AIDS di Kota Kupang berjumlah 589 kasus dengan perincian kasus HIV 437 kasus dan AIDS 152 kasus,” kata  Wakil Walikota Kupang,dr.Hermanus Man kepada wartawan,Senin (23/6).

     

    Menurutnya, Pemkot Kupang bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) sudah punya  data PSK, sehingga ketika ada penambahan PSK, dilakukan pengecekan identitas pendatang baru di lokalisasi yang ada .

     

    Anggota DPRD Kota Kupang, Isodorus Lilijawa, mengatakan, dampak penutuoan Doly adalah hilangnya pekerjaan bagi ribuan orang. Para Wanita Pekerja Seks (WPS) tentunya akan berpikir bagaimana mencari tempat prostitusi ke luar. NTT, khususnya Kota Kupang menjadi salah satu sasaran. Untuk itu pemerintah harus mengatisipasi dampak ini.

     

    “Pemkot Surabaya memang sudah mengantisipasinya dengan membuat pelatihan keterampilan bagi para WPS untuk alih profesi. Bahkan ada ‘pesangon’ yang disiapkan pemerintah. Namun, tentunya hal itu tidak bisa memuaskan keingingan semua pihak,” katanya.

     

    Di sisi lain, menurut dia, para mucikari dan pemilik tempat prostitusi yang sudah pasti kehilangan setoran dari aksi para WPS itu akan melakukan berbagai upaya untuk kelanjutan bisnis ini.

     

    Dengan kondisi seperti ini, sambungnya, akan ada migrasi besar-besaran para WPS ke daerah-daerah penyangga atau tetangga Surabaya maupun daerah-daerah lain di luar pulau.

     

    Kata dia, Kupang dan Surabaya itu jauh tetapi dekat. Jauh secara geografis karena dipisahkan oleh bentangan laut. Namun dekat karena ditautkan oleh jaringan komunikasi dan transportasi yang begitu lancar. Kupang dan Surabaya dihubungkan oleh transportasi udara dan laut.

     

    “Setiap hari kurang lebih ada empat  sampai lima kali penerbangan dari Kupang menuju Surabaya dan sebaliknya. Sementara transportasi laut, selalu ada kapal laut maupun kapal-kapal barang dari Surabaya ke Kupang.

     

    Dia menjelaskan, pembangunan di Kota Kupang mulai dari hotel, ruko, restoran kian marak. Berbagai tempat usaha bermunculan, semisal pitrad hingga spa. Tidak heran jika Kota Kupang saat ini menjadi tujuan investasi dan menjadi kota pengharapan.

     

    “Saat ini, orang  bebas keluar masuk Kota Kupang. Siapa saja boleh datang berusaha dan mengadu peruntungan.Sehingga, jika tidak cepat melakukan pengawasan, kota ini akan mengalami efek Doly,” paparnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.