• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 27 April 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Tendang Anjing Peliharaannya, Pria Australia Didenda Rp 50 Juta
    ANA DEA | Selasa, 24 Juni 2014 | 19:24 WIB            #INTERNASIONAL

    Tendang
    Anjing Rottweiler. (ABC Australia)

     

    MELBOURNEClayton Richard Lawrence, pria asal Perth, Australia, yang menendang anjingnya berulang kali setelah bertengkar dengan pacarnya dijatuhi didenda 5.000 dollar atau sekitar Rp 50 juta.

    Akibat ditendang berulang kali oleh pemiliknya, anjing tak berdosa itu mengalami patah tulang iga dan mulutnya mengeluarkan busa.

     

    Lawrence (40) dilaporkan ke RSPCA (Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals) oleh seorang yang kebetulan lewat, setelah pria itu terlihat sedang menganiaya anjingnya yang bernama Herpes, di sebuah jalan di kawasan Parmelia, Perth, Agustus tahun lalu.

     

    Pejalan kaki itu mendekati Lawrence setelah melihatnya menendangi berulang kali anjing berumur tujuh tahun itu. Akan tetapi, Lawrence malah memaki-maki anjing itu dan menyeretnya.

     

    Lawrence kemudian pergi meninggalkan anjingnya begitu saja. Saksi mata tadi lalu membawa Herpes ke dokter hewan lokal untuk mendapat perawatan. Herpes menderita retak tulang iga, sulit bernapas, memar-memar, serta persendian kaki dan sikunya bengkak sehingga sulit berjalan.

     

    Dalam wawancara dengan seorang inspektur RSPCA, Lawrence mengaku bahwa ia sedang jengkel keada pacarnya waktu itu.

     

    Selain menjatuhkan denda, pengadilan juga memerintahkan Lawrence membayar ongkos perkara sebesar 1.000 dollar dan melarangnya memiliki binatang peliharaan selama lima tahun. Anjing malang itu sekarang dipelihara oleh ibu Lawrence.

     

    Inspektur RSCPA Amanda Swift mengatakan, tidak ada alasan pembenar bagi perilaku Lawrence itu. "Orang tidak bisa menganiaya binatang karena sedang bermasalah dalam kehidupan pribadinya," kata Swift.

     

    Swift menjelaskan, kasus kekejaman terhadap binatang secara disengaja telah meningkat 105 persen tahun ini di seluruh Australia.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.