• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Korban Pelcehan Seksual Diperiksa Selama Empat Jam
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 30 Juni 2014 | 16:21 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Korban
    Siswa Koban Pelecehan Seksual Saat Menjani Pemeriksaan di Polres Sikka

     

    Maumere, Flobamora.net – Sebanyak 17 dari 18 siswi yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh KM Kepala SMP Negeri 2 Nita, Senin (30/6) diambil keterangan oleh penyidik Polres Sikka.

     

    Kurang lebih 4 jam sejak pukul 10.00 waktu setempat mereka menyampaikan keterangan seputar tindakan pelecehan KM.

               

    Para siswi ini didampingi orang tua, beberapa guru dan perwakilan komite sekolah sejak pagi tadi mendatangi Polres Sikka. Mereka mengadukan tindakan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh kepala sekolah mereka. Sementara KM sendiri, diambil keterangan di ruang terpisah.

               

    Pemeriksaan para korban dugaan pelecehan seksual ini berlangsung tertutup. Awak media tidak diberi kesempatan melakukan peliputan atau pun mengambil gambar. Orang tua korban dan guru-guru pendamping juga tidak diperkenankan mengikuti pemeriksaan. Akhirnya mereka memilih berkumpul di halaman Kantor Polres yang tidak jauh dari unit SPK.

     

    Setelah memberikan keterangan, para korban beristirahat di ruang lobi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) sambil menunggu pemberkasan. Setelah itu masing-masing mereka diminta kembali masuk ke ruang pemeriksaan untuk menandatangani berita acara pemeriksaan.

     

    Usai itu para korban dibawa ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak. Rencananya, unit PPA akan melakukan visum terhadap para korban. Namun rencana visum ini ditunda hingga besok pagi.

     

    Untuk memperlancar pengambilan visum, rencananya para korban diinapkan di Kantor Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (Truk F), dari pada harus kembali ke Nirangkliung. Namun orang tua korban menolak diinapkan, dan mereka lebih memilih kembali ke rumah, sampai kembali lagi ke Polres Sikka pada Selasa (1/7) pagi.

     

    Sampai saat ini belum sempat dikonfirmasi seputar keterangan para korban atas tindakan dugaan pelecehan yang dilakukan KM. Beberapa korban yang dimintai informasi masih tutup mulut.

     

    Pihak penyidik pun belum mau memberikan keterangan. Namun dari hasil penggalian yang dilakukan Flobamora.net kepada KM selaku pelaku, ternyata KM mengaku telah membuka rok para korban dan menunjukkan jarinya ke arah kemaluan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.