• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 17 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemkot Dinilai Tidak Mampu Tegakkan Perda Pemeliharaan Ternak
    DEWA HAYON | Jumat, 11 Juli 2014 | 12:12 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemkot
    Sekretaris Komisi A DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli

     

    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dinilai belum mampu menegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Ternak,karena sampai saat ini warga yang memelihara ternak seperti sapi, babi dan kambing  membiarkan ternaknya berkeliaran di dalam kota.

     

    “Pemerintah di tingkat kelurahan sebagai ujung tombak pelaksana yang paling dekat dengan masyarakat seharusnya mengambil peran dalam penegakan Perda dimaksud dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat,” kata Sekretaris Komisi A DPRD Kota Kupang, Adrianus Talli kepada wartawan, Jumat (11/7).

     

    Penegakan Perda, lanjutnya, bukan soal penindakan yang tegas, tetapi harus melalui upaya awal menjelaskan kepada masyarakat soal keberadaan Perda. Pasalnya, jika sudah ada Perda namun masih terjadi seperti itu, jelas pemerintah tak mampu menegakkan Perda.

     

    Menurutnya, agar Perda dapat dilaksanakan secara maksimal, peran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan harus dimaksimalkan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) juga harus proaktif menegakan Perda tersebut.

     

    “Pemberian sanksi memang harus dilakukan, namun sanksi merupakan langkah terakhir setelah semua upaya lain telah ditempuh. Jika pemerintah sudah melaksanakan Perda secara baik, maka penindakan dan pemberian sanksi otomatis dapat dilakukan,” ujarnya.

     

    Penegakan Perda, lanjutnya, bukan berarti anggota Satuan Pol PP keliling dengn mobil dan menangkap ternak yang berkeliaran. Karena ketika menangkap di satu lokasi, tetapi bagaimana  isntitusiini diberi peran untuk menegakan Perda.

     

    Kepala Satpol PP Kota Kupang, Thomas D Dagang mengatakan, penertiban ternak yang berkeliaran di dalam kota rutin dilakukan. Namun, terkadang saat dilakukan penertiban, ternak diamankan dan setelah selesai penertiban, ternak kembali dilepas.

     

    Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat dan menjelaskan Perda sudah sering dilakukan. Apalagi, Perda sudah berjalan satu tahun. Bahkan, koordinasi dengan aparat pemerintah di tingkat kelurahan juga sudah sering dilakukan. Namun, kesadaran masyarakat yang masih kurang.

     

    “Kadang, saat hendak dilakukan operasi sudah bocor terlebih dahulu sehingga waktu penertiban, ternak sudah disembunyikan,” katanya.

     

    Soal pemberian sanksi, tambahnya, sebenarnya sudah dilakukan. Namun semua itu kembali kepada pemilik ternak. Karena itu, ke depan selain penertiban, akan ditegakkan Perda melalui pemberian sanksi sesuai ketentuan yang diatur dalam Perda.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.