• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 22 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Peliputan HIV dan AIDS, Media Diajak Terapkan Jurnalisme Advokasi
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 12 Juli 2014 | 22:16 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Peliputan
    Dr.Asep Purnama

     

    Maumere, Flobamora.net - Asep Purnama, dokter yang serius dan pduli terhadap persoalan HIV dan AIDS mengajak wartawan yang bertugas di Kabupaten Sikka untuk menerapkan jurnalisme advokasi saat peliputan masalah HIV dan AIDS. Buat dia advokasi menjadi sangat penting dalam meningkatkan kesadaran publik terhdap permasalahan ini.

     

    Ajakan pengelola Klinik VCT Sehati RSUD TC Hillers Maumere ini disampaikan kepada seluruh wartawan yang mengikuti pertemuan Media Gathering di LK3I Maumere, Sabtu (12/7).

     

    Kegiatan yang digelar oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Asep Purnama dan Sekretaris KPA Kabupaten Sikka Yohanis Siga.

               

    Dia mengatakan selama ini wartawan lebih banyak menganut jurnalisme objektif, yakni hanya menekankan kepada fakta dan deskripsi. Penulisan secara objektif, ujarnya, boleh dianggap bahwa jurnalis adalah netral, tidak terlibat, dan tidak punya perasaan atas realitas yang digambarkannya.

     

    Menurut Asep Purnama, akan menjadi lebih berbobot kepedulian publik, ketika wartawan menyerap masalah HIV AIDS dengan melakukan jurnalisme empati dan jurnalisme advokasi.  Liputan mendalam yang komprehensif, ujarnya, sangat diperlukan agar wartawan atau pun publik lebih berempati kepada para penderita HIV dan AIDS.

     

    “Mungkin baik juga kalau jangan hanya bertanya apa perasaan meraka, ini akan membuat mereka lebih merasa terpinggirkan. Bisa ditanya misalnya bagaimana mereka mengatasi situasi tersebut, atau mungkin apa yang mereka butuhkan secara mendasar, atau siapa tahu mereka punya usulan sebagai jalan keluar. Penulisan feature juga tentu akan sangat membantu,” ujarnya.

     

    Seluruh wartawan yang hadir pada kegiatan ini menyambut baik ajakan Asep Purnama. Kendala yang dialami media yakni para wartawan sulit mengenal orang yang diduga sebagai penderita HIV dan AIDS (ODHA).

     

    Karena itu para wartawan meminta bantuan pihak-pihak yang berkepentingan langsung dengan ODHA, seperti Klinik VCT Sehati, KPA Sikka, dan LSM-LSM yang bergerak pada masalah ini, bisa membantu proses kerja wartawan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.