• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sikka Menuju Kabupaten Layak Anak
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 22 Juli 2014 | 20:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sikka
    Bupati Sikka, Yos Ansar Rera

     

    Maumere, Flobamora.net - Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menaruh harapan besar agar Kabupaten Sikka dapat menjadi kabupaten yang layak anak. Untuk menuju kepada predikat itu, dia meminta perhatian dan dukungan serius dari pelbagai pihak.

               

    Demikian salah satu harapan yang disampaikan Yoseph Ansar Rera di depan 100 orang peserta lokakarya anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-30, di Hotel Nara Room Selasa (22/7).

     

    Lokakarya yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Badan PP dan KB) Kabupaten Sikka ini mengangkat tema nasionalisme, kebhinekaan, persaudaraan dan penanaman nilai-nilai luhur.

               

    “Masalah anak itu sangat kompleks. Sementara isu anak belum menjadi bagian dari pembangunan daerah ini. Karena itu mari kita komit bersama untuk jadikan Sikka sebagai kabupaten layak anak. Sehingga anak-anak boleh bangga menjadi anak Sikka dan anak Indonesia,” tuturnya.

               

    Dia mengatakan, jumlah anak di Kabupaten Sikka termasuk cukup tinggi yakni sebanyak 70.590 orang. Kuantitas ini, katanya, menjadi modal yang sangat berharga bagi pembangunan di Kabupaten Sikka. Kondisi akan menjadi sangat potensial, apabila kualitas anak sejak dini mendapat perhatian dari semua pihak.

               

    Untuk menuju kabupaten yang layak anak, Ansar Rera mengakui masih banyak kendala terutama pelbagai kasus yang masih menimpa dan dialami anak-anak. Dia menyebut kasus-kasus yang terjadi di lingkungan keluarga dan tengah masyakat, yang kini sudah menjangkau semua kecamatan.

               

    Hal lain yang juga disinggung yakni hak anak untuk mendapat pengakuan sebagai seorang warga nergara dalam bentuk akte kelahiran. Dia mengakui bahwa sekitar 50 ribu anak di Kabupaten Sikka belum mendapatkan akte kelahiran.

     

    Untuk itu dia menantang Badan PP dan KB Kabupaten Sikka agar berani merencanakn program yang berkaitan dengan persoalan akte kelahiran ini.

               

    Gizi buruk dan gizi kurang, lanjutnya, masih juga dialami oleh anak-anak di Kabupaten Sikka. Demikian pun di bidang pendidikan, Yoseph Ansar Rera mengaku prihatin dengan masih tingginya angka drop out sekolah dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

     

    Dia pun menyentil soal tingkat kenakalan remaja seperti balapan liar, praktik vandalisme dengan mencoret-coret tembok dan dinding, serta kebiasaan memecahkan lampu-lampu jalan.

               

    Terhadap berbagai persoalan yang masih menimpa dan dialami oleh anak-anak ini, Ansar Rera meminta perhatian dari semua pihak seperti orang tua, guru, lembaga-lembaga pemerhati anak, dan anak-anak itu sendiri agar bisa keluar dari persoalan-persoalan itu.

     

    Dia berharap lokakarya ini bisa menghasilkan rekomendasi dalam bentuk gambaran untuk membuat perumusan strategis yang lengkap dan komprehensif. rekomendasi rekoemndasi sesuatu yang berdampak positip guna meraih predikat kabupaten yang layak anak.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.