• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jokowi Dukung Ketegasan Ahok
    ANA DEA | Kamis, 24 Juli 2014 | 10:00 WIB            #NASIONAL

    Jokowi
    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto melakukan blusukan ke Dinas Perhubungan Kedaung Angke, Jakarta Barat, Rabu (23/7/2014). KOMPAS.COM/JESSI CARINA

     
    JAKARTA, FLOBAMORA.NET - Gubernur DKI Jakarta Joko 'Jokowi' Widodo mendukung ketegasan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, dalam sidak Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) atau biasa disebut Balai Uji KIR kendaran.

    "Memang harus ada tindakan tegas seperti itu," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Kamis (24/7/2014).

    Jokowi menyayangkan atas yang terjadi di balai uji kendaraan tersebut. Dia prihatin atas penyimpangan dan 'main uang' yang terjadi di sana. Dia mengatakan, aksi-aksi semacam itu yang membuat transportasi Jakarta tidak kunjung membaik.

    "Uji kalau harusnya enggak lulus diluluskan ya gimana? Apa jadinya? Sudah pada tau kan pasti?" ucap Jokowi.

    Presiden terpilih periode 2014-2019 itu juga mengaku, telah mendapatkan laporan soal hasil sidak sang wakil. Jika tindak lanjut sidak tersebut harus ada pejabat yang diberi sanksi, Jokowi menegaskan akan melakukannya.

    "Kalau sudah jelas (bersalah) ya mau gimana lagi? Harus tegas dong. Hari ini kita lihat perkembangannya," ujar Jokowi.

    Ahok murka atas segepok uang

    Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) marah saat sidak UPT PKB atau yang biasa disebut Balai Uji KIR kendaran di Kedaung Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (23/7/2014). Ahok melakukan sidak bersama dua Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Bambang Widjojanto dan Zulkarnain.

    Di salah satu ruangan di kantor tersebut, Ahok mendapati petugas berseragam Dinas Perhubungan. Di mejanya ada segepok uang senilai Rp 8 juta dalam pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000. Ahok kemudian menginterogasi pegawai itu karena juga terbukti menyimpan uang di kantong jaket hitamnya.

    "Dapat berapa kamu sehari?" tanya Ahok.

    "Bisa dapat Ro 27 juta, Pak," jawab pegawai bernama Agung kepada Ahok dan disaksikan Sekretaris Daerah Saefulah, Wakil Kepala Dishub Benyamin Bukit, Kepala Inspektorat DKI serta dua pimpinan KPK.

    Kemudian Ahok menanyakan asal uang itu. Karena Agung tidak bisa menjelaskannya, Ahok pun geram. Dengan marah, Ahok memerintahkan agar petugas itu dipecat.

    Belakangan, Agung mengaku bahwa dia bukan pegawai Dishub, melainkan karyawan perusahaan swasta yang sebelumnya menjadi operator di Balai Uji KIR. Agung mengaku sebagai calo alias penyedia biro jasa.

    "Pakai baju Dishub biar rapi saja," katanya.

    "Semua PNS yang terlibat pasti tahu ada bagi-bagi duit. Semua harus dipecat juga supaya kapok," kata Ahok dengan nada tinggi.

    Melihat itu, Agung malah tersenyum.

    Masih dengan nada marah, Ahok mengatakan, modus korupsi di PNS adalah memanfaatkan pegawai honorer agar mereka tetap bersih.

    "Selalu permainannya begini. Pasti bilang yang honorer yang main. Kalau honorer kan dipecat bisa cari kerja lagi. Semua harus diperiksa, tapi kalau dia enggak kasih data, kontraknya diputus dan dilaporkan polisi," Ahok menegaskan.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.